F48

1137 Words

Agatha menatap pantulan dirinya di cermin. Beberapa kali ia menghela nafasnya untuk menetralkan kegugupannya. Hari ini adalah hari pernikahannya dengan diaz. Di satu sisi ia senang. Di sisi lain ia sedih. Karena ia ingat pernikahannya dulu dengan dipta. Ada sosok artha yang mengenggam tangannya menuju altar. Membuat agatha sangat merindukan ayahnya itu. Agatha menunduk sambil memejamkan matanya. Ia menangis. Ia sungguh sungguh merindukan ayahnya. Grepp "Hei why you cry hem?" Tanya agastya yang tiba tiba memeluk dirinya dari belakang. "Aku merindukan ayah" ucap agatha dengan suara bergetar. Tentu saja. Meskipun agastya tak bertanya ia tau alasan agatha menangis. Dirinya juga merasakan hal yang sama. Ia juga merindukan pria itu beberapa hari ini. Pria kaku yang tanpa di sadari ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD