"darah..." lirih Agatha. Agatha menggelengkan kepalanya. Sungguh ia sangat takut. Tangannya mengelus perutnya yang mulai terasa sakit. Agatha terisak disana. "jangan.. jangan pergi. Bunda butuh kamu hiks hiks. Ya Tuhan aku mohon... awwhh shhh hiks hiks dipta.." Agatha mulai merasakan sakit luar biasa diperutnya. Sangat sangat sakit. Dan noda itu semakin banyak. Agatha harus segera meminta pertolongan sebelum ia benar benar kehilangan calon bayinya yang sudah lama ia tunggu kehadirannya. Agatha berusaha mendekati ranjang dengan mengandalkan kedua tangannya. Kakinya sudah sangat lemas dan tak mampu lagi untuk di gerakkan. "dipta.. hiks dipta.. ku mohon bangunlah tolong aku .. hiks hiks dipta.." Agatha memukul mukul ranjangnya. Berharap dipta dapat terbangun. Dan benar saja. Karena me

