Perlahan jari jari itu mulai bergerak. Kedua kelopak mata itu terbuka memperlihatkan manik berwarna biru ke abu abuan yang indah. Kemudian mata itu bergerak melihat kesekelikingnya. Untuk mencari tau dimana dirinya saat ini. Saat melihat dinding berwarna putih, bau khas obat, suara tetesan dari cairan infus, dan sebuah selang oksigen yang ada dihidungnya dapat disimpulkan jika ia sedang berada di rumah sakit. Pandangannya menangkap sosok seseorang yang ia sayangi tertidur di kursi samping ranjangnya dengan kepala bersandar di pinggir ranjang itu. Tangannya perlahan terulur untuk mengusap rambut hitam kecoklatan itu. Merasa terganggu dalam tidurnya orang itu pun akhirnya terbangun dan melihat siapa pelakunya. Dan ia langsung di sambut oleh senyuman manis dari bibir pucat itu. "Kamu s

