F38 21+

2013 Words

Tak henti hentinya senyum itu terpatri di wajah agatha. Ia sangat senang ketika dokter sudah memperbolehkannya pulang. Dan kini ia sedang perjalanan menuju rumahnya dengan dipta. Agatha memperhatikan ke arah luar jendela. Melihat pemandangan sekitar yang ia lalui. Namun tiba tiba tangan dipta terulur untuk mengenggam sebelah tangannya. Membuat agatha otomatis menoleh kepadanya. Dengan masih menyetir dipta menoleh sebentar ke arah agatha. "Aku minta maaf" ucap dipta. Agatha tersenyum. Ia memegang tangan dipta dengan sebelah tangannya yang tak di genggam oleh pria yang berstatus suaminya itu. "Aku udah maafin. Tapi tolong jangan terulang kembali dan jangan di ungkit ungkit. Itu sungguh sangat menyakitkan untukku" ucap agatha. Dipta mengangguk dengan senyum tipisnya. Entah mengapa a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD