Rere terbangun di tempat gelap. Ia heran mengapa tempat ini begitu gelap. Rere mendengar suara tembakan dan teriakan. "Mama!" Ia segera duduk. Saat menyadari keadaannya yang luka di kaki. Ia heran, perasaannya mulai bingung. Namun, kebingungan tidak berlangsung lama. Ia mulai paham situasi. Seketika seorang perempuan masuk. Rere kunci pintu!" Rere tidak mengenal perempuan ini, tapi ia yakin ini adalah latihan. Dor! Perempuan berbaju biru itu ditembak. Ia lantas tergeletak kemudian diseret kakinya. Rere bersembunyi di balik pintu. Ia mengingat kejadian waktu itu. Di saat dirinya akan diserang. Seorang lelaki masuk. Rere segera menyerang punggungnya dengan kedua siku. Rere lantas berlari ke luar. Ia melihat banyak darah di lantai. Rere lantas mengingat suara tembakan yang sebentar lagi ia de

