Axton masih berkutat dengan pekerjaannya, semenjak ia memenangkan tender vaksin untuk wilayah Eropa Barat, ia benar-benar bekerja ekstra keras.
Tak ada waktu untuknya istirahat, hingga akhirnya sebuah notifikasi email masuk dan ia langsung mengalihkan perhatiannya pada email yang terkirim padanya.
athens.hilj@gmail.com
"Hi..."
Kedua bola mata dari Axton lantas berbinar-binar cerah, ia tidak menyangka bahwa wanita yang selalu beberapa waktu ini terus menghantuinya bahkan mengganggu jam tidur dan jam bekerjanya pun, akhirnya membalas pesan yang ia kirimkan untuknya.
Axton segera mengenyampingkan semua pekerjaannya kemudian otak, dan keduanya matanya langsung serius pada MacBook yang saat ini ia geser dan dihadapkan di depan matanya.
"Hi.. Athena, I’m so glad finally u can reply my message."
Athena tersenyum kecil, sembari membalas pesannya.
"Anytime, your name is Axton? Well.. by the way, what I could call you?"
Axton mengetik dengan cepat.
"You can call me Axton, my full name is Axton Requel, oiya.. saya masih berdarah Indonesia kok."
Athena langsung terkejut saat melihat balasan pesan dari Axton, ia pun segera membalasnya.
"Benarkah? Indonesia nya dimana? Aku di Jakarta."
Axton melipat kedua bibirnya kedalam mulutnya, dan lanjut membalas pesannya.
"Surabaya, mamaku orang Surabaya, papa ku berasal dari sini, hanya sudah begitu lama saya tidak pulang ke Surabaya, saya tidak tahu keadaan disana seperti apa, oiya apa pekerjaan mu?"
Athena : Fashion design, kamu?
Axton : Pekerja kantoran biasa, bisa kita melakukan panggilan video melalui Skype?
Athena : Sure.
Dan tak lama kemudian panggilan video melalui Skype pun terhubung, kedua wajah mereka langsung terpampang jelas disana.
Awalnya begitu canggung namun lama-kelamaan mereka mulai terbiasa dengan percakapan santai dan menggunakan bahasa Indonesia, karena Axton masih begitu fasih saat berbahasa Indonesia dengan Athena.
Percakapan mereka berlangsung selama kurang lebih 20 menit dan itu harus diakhiri karena Athena sudah sangat begitu mengantuk, karena waktu saat ini di Jakarta sudah menunjukkan pukul 12 malam, sementara di waktu yang ditunjukkan di Dublin sekarang adalah sekitar pukul 5 sore.
Ada perasaan enggan pada diri Axton, ketika harus mengakhiri percakapan mereka, karena ia pun merasakan bahwa percakapannya dengan Athena begitu sangat menyenangkan, dan terasa klik di hati.
Namun karena demi kenyamanan Athena, akhirnya Axton pun mengiyakan untuk mengakhiri percakapan mereka malam hari ini.
Axton menutup layar MacBook nya dengan perasaan lega dan bahagia karena sudah berbincang dengan gadis yang selalu membayangi dan menghantui Axton disetiap harinya.
Seraut wajah bahagia jelas terpancar dalam dirinya dan hal itu tentunya membuat sahabatnya Derrick begitu sangat terkejut saat melihat perubahan wajah yang terjadi pada Axton.
Derrick berjalan dengan tatapan aneh, jelas terlihat aneh, sehari yang lalu bahkan beberapa jam yang lalu, wajah Axton masih ditekuk dan sangat tidak sedap dipandang, tapi sekarang semuanya berbanding terbalik, berubah total 180 derajat.
"Sekarang apalagi?" tanya Derrick dengan menyimpan setumpuk berkas didepan Axton.
Axton mendelik kearahnya, "Apa masih salah juga wajahku ini?"
Derrick menghela nafas dan duduk didepan Axton, "Entahlah, aku tidak bisa mengerti sifat mu yang mirip bunglon itu."
Mendengar jawaban Derrick, Axton terkekeh dibuatnya, "b******k kamu."
Derrick mengangkat kedua bahunya cuek, "Ini berkas yang kamu mau, semua data mengenai Athena, tempat tinggal dan statusnya, semua lengkap tanpa ada yang terlewati."
Axton mengulurkan tangan dan mengambil berkas tersebut, tampak wajah puas terlihat saat ia membuka satu persatu berkas penyelidikan tentang Athena, dan hal itu semakin membulatkan tekadnya untuk pulang kampung ke Indonesia.
"Jadi apa rencananya?" tanya Derrick setelah melihat Axton selesai dengan membaca berkas berkas tersebut.
"Aku mau kembali Indonesia memegang salah satu cabang perusahaan kita di sana tapi aku tidak ingin posisiku sebagai CEO, melainkan sebagai karyawan biasa, tidak perlu tinggi-tinggi jabatannya cukup karyawan biasa saja, dengan fasilitas yang biasa juga." jawab Axton yang lantas membuat Derrick menyatukan kedua alis matanya.
"Demi bisa mendapatkan cinta yang luar biasa, aku ingin mengubah status nama Axton Requel, Jr, yang seorang CEO menjadi seorang Axton karyawan biasa, kamu bantu aku menguruskan semua berkas-berkasnya dan aku tidak ingin seluruh karyawan yang ada di Indonesia mengetahui statusku yang sebenarnya, mungkin hanya petinggi-petinggi saja, yang boleh mengetahui statusku yang sebenarnya, yang lainnya, Tidak."
Dan ketika Axton bangkit berdiri dengan rapikan jasnya, maka dari Derrick pun langsung bekerja keras untuk bisa membuat Axton mencapai keinginannya.
**
Jakarta, jangan ditanyakan bagaimana panasnya cuaca Jakarta di siang hari mungkin AC dengan kekuatan 1 PK itu tidak akan sanggup melenyapkan rasa panas dan gerahnya cuaca Jakarta di siang hari ini.
Athena masih sibuk dengan gaun rancangannya, hari ini kebetulan ia harus menyelesaikan pesanan salah satu gaun yang akan dipakai oleh putri dari pewaris perusahaan rokok ternama di negeri ini.
Athena yang biasanya mengenakan sepatu high heels kini ia mengubahnya menjadi sepatu flat shoes berwarna coklat muda, dipadupadankan dengan celana jeans dan kaos supreme berwarna putih yang menjadi kesayangannya sejak dua bulan terakhir ini.
Rambutnya digelung asal, yang penting tidak mengganggu aktivitasnya, di saat ia sedang merancang sebuah gaun pernikahan untuk pembesar di negeri ini.
Tak lama ponselnya bergetar dan rupanya itu adalah pesan melalui telegram dari Axton.
Axton : Good morning from Dublin :)
Athena tersenyum lebar saat melihat pesan dari Axton.
Athena : Good afternoon from Jakarta :p
Axton pun tersenyum lebar saat melihat pesan yang ia terima dari Athena.
Axton : Belum pulang kerja? Sudah makan belum?
Athena : Belum, aku masih kerja, sekitar 2 jam lagi mungkin baru pulang.
Axton : Jangan sampai telat makan yah.
Athena : Kamu juga, oiya kamu gak berangkat ke kantor?
Axton merasa percakapannya melalui chat ini tidaklah begitu efektif, mengingat bahwa Athena masih bekerja, jadinya dia berpikir bagaimana jika mereka melakukan panggilan Skype lagi seperti yang biasa mereka lakukan beberapa waktu ini.
Axton : Bisa kita Skype?
Athena : Bisa.
Athena pun bergegas mengambil MacBook miliknya, kemudian ia menyalakan tombol power dan tak lama kemudian Skype mulai terhubung, dari sana nampak wajah Axton pria berwajah blasteran ini, terpampang jelas di layar MacBook tersebut.
Axton : Hai.. sorry ganggu kamu lagi kerja, soalnya aku pikir, kalau kita chatting-an, kayak tadi itu nggak terlalu efektif buat kamu, yang masih sibuk dengan pekerjaan kamu, jadi.. aku pikir kalau kita melakukan panggilan video seperti ini, kamu bisa sambil mengerjakan pekerjaan dan aku bisa melihat apa yang sedang kamu kerjakan, tanpa harus sibuk memegang ponsel ditanganmu.
Athena terkekeh dibuatnya, ia lantas duduk menatap layar MacBooknya dan tersenyum pada Axton.
"Kamu sendiri gak kerja?" tanya Athena.
"Aku kerja sekitar jam 8.. bukan.. maksudnya jam 9, jadi aku masih ada waktu untuk bersiap-siap dan tentunya berbicara denganmu." hampir saja axton keceplosan bilang jam 8, padahal sekarang juga sudah jam 8, untuk Axton dia mau masuk jam berapa pun bebas karena dia pemilik perusahaan itu, tapi mengingat pengakuannya kepada Athena adalah karyawan biasa, mau tidak mau dia harus menyesuaikan jam bekerjanya dengan karyawan lain, minimal dia masuk kerja seperti karyawan yang lainnnya.
"Oh.. Jangan sampai telat loh nanti dipotong gaji baru tahu rasa kamu." ucap Athena menggoda Axton, dan Axton pun tertawa kecil dibuatnya.
Andai saja Athena mengetahui bahwa Axton adalah pemberi gaji, bukan penerima gaji, mungkin dia tidak akan berkata hal yang seperti itu dengan begitu mudah.
"I will always remember your advice." jawab Axton dengan terkekeh.
Athena pun ikut tertawa karena jawabannya.
Ketika mereka tengah asyik berbincang, tiba-tiba saja pintu kantor Athena terbuka dan segerombolan makhluk-makhluk ajaib itu pun masuk tanpa permisi terlebih dahulu, pada si empunya kantor ini.
"Oh My God!"
"Damn it!"
"Sumpahhhhh... ganteng, enak kayaknya dia kalau dikuda kudain."
Mendengar ocehan dari teman-temannya spontan Athena langsung berbalik dan menatap kearah teman-temannya.
"Kalian ngapain sih? Tiba-tiba masuk enggak permisi, sekarang, ngoceh nggak jelas." gerutu pada sahabat-sahabatnya itu.
"Ih.. kita kaget sumpah dikasih liat cowok ganteng kek gitu." balas Ratu yang kedua bola matanya masih membeliak penuh melihat wajah tampan Axton yang ada dilayar.
"Na.. siapa Na? Kenalin dong, pleaseeee." tambah Sisil dengan kedua bola matanya tak henti memandangi wajah Axton.
Sementara Axton ia hanya senyam senyum saat melihat tingkah absurd ke 3 teman-teman Athena yang bagaikan singa betina haus sentuhan singa jantan.
Karena malas mendengar rengekan teman-temannya, Athena mau tidak mau akhirnya memperkenalkan Axton pada mereka, walaupun dengan begitu sangat malasnya.
Athena lantas membalikan tubuhnya dan kembali menatap Axton.
"Axton, kenalkan ini teman-teman ku, ada Ratu, Sisil dan juga Tere." ucap Athena pada Axton.
"Hai.. hallo salam kenal semuanya." balas Axton pada semua teman-teman Athena.
"Hai ganteng."
"Hai Sexy."
"Hai Mr. Hot."
Athena memutar kedua bola mata malas saat mendengar sapaan gak jelas dari ketiga sahabatnya itu.
"Axton, kayaknya sampai disini dulu yah, nanti kita sambung lagi oke?" ucap Athena saat ia mencoba mengakhiri percakapannya dengan Axton.
"Oke, sampai bertemu lagi." dan setelah itu Axton menutup panggilan videonya.
Setelah ditutup Athena lantas memutar tubuhnya dan memandangi ketiga sahabatnya dengan berdecak pinggang.
"Bisa bersikap normal lagi?" ucap Athena dengan datar.
"Ishh.. penonton kecewa." ujar Tere yang kemudian langsung duduk di sofa.
"Itu siapa sih Na?" tanya Ratu penasaran.
"Itu Axton, kenalan gue di kencan online itu." jawab Athena sembari kembali sibuk dengan rancangannya.
"Hah.. serius itu cowok dari kencan online itu? Buset ganteng yak?" tanya Sisil dengan nada terkejut.
"Iya.. dia dari Dublin tapi blasteran Indonesia juga." balas Athena dengan santainya.
"Wow.. pantesan ganteng." balas Tere.
"Terus rencana hubungan kalian kedepannya gimana?" lanjut Tere tanpa basa basi lagi.
Athena terdiam, saat mendengar pertanyaan dari sahabatnya yang menurutnya terlalu terburu-buru jika bertanya hal tersebut padanya.
**
Dublin, Irlandia.
Derrick, "Bro semua berkas kamu sudah siap."
"Oke, thanks bro." balas Axton.
"Selamat berjuang bro, bulan depannya baru aku dan istri menyusul." balas Derrick lagi.
Axton menggenggam ponselnya, semburat wajah bahagia jelas terlihat dari wajahnya yang tampan, sesaat lagi ia akan bertemu dengan si gadis yang selalu membuatnya penasaran, rasanya ia ingin meminjam pintu kemana saja milik Doraemon, agar ia tidak perlu menunggu lagi untuk dapat segera bertemu dengan si gadis Indonesia bernama, Athena.