Setelah berapa menit menunggu, akhirnya jam yang Sisil tunggu datang juga dengan cepat ia bergegas pergi untuk menemui Leo. Di sepanjang perjalanan, Sisil hanya memperhatikan jam yang terus berputar di jam tangannya sambil sesekali melihat ke arah layar ponselnya menunggu ada notifikasi pesan dari Leo. Namun hingga perjalanan tiba di tempat yang mereka janjikan tidak ada satupun pesan dari Leo. Dan Sisil hanya bisa menghela nafas berat saat ia sudah berada di kafe tersebut. Saat Sisil masuk ke dalamnya ia langsung mendapati sosok Leo sudah berada di sana duduk manis dan tengah melihat ke arahnya. Dengan seulas senyum di wajahnya, Sisil berjalan mendekatinya. “Udah dari tadi?” Leo mengangkat ke dua alis matanya lalu Sisil duduk di depannya. “Mau pesan apa?” tanya Le

