Chapter 24

1007 Words

Pagi ini seperti pagi-pagi biasanya, Alfi selalu menjemput Prillia ke sekolah. Tentu saja hal ini membuat Prillia senang. Jika dulu ia harus bersusah payah agar Alfi mau menjemputnya, namun kini lelaki tampan itu akan dengan sangat sukarela menjemputnya sendiri.  Motor yang Alfi kendarai tiba-tiba saja terhenti. Sontak hal itu membuat kedua orang yang menaikinya kebingungan, terlebih lagi Alfi. Ia merasa bahwa bensin motornya masih penuh. Tapi kenapa tiba-tiba mati? “Kenapa Al?"  “Gue juga gak tau nih.” Alfi turun dari atas motornya diikuti oleh Prillia yang ikut turun. Ia mencoba mengecek apa yang kira-kira salah dari motornya. Jika ada kerusakan pada gitar, mungkin Alfi dengan begitu mudah mendeteksinya, namun ini lain hal. Alfi tak begitu mengerti dengan mesin motor. Melihat Alfi yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD