Chapter 23

2080 Words

“Pacar papi kok pagi ini mukanya ceria banget? Kenapa sayang?” Daniel merasa pagi ini ada yang berbeda dari wajah cantik gadis kecilnya. Meskipun ia terlihat begitu fokus dengan sarapannya, namun ia tak bisa menyembunyikan lengkungan senyuman di bibirnya. “Gak papa Pi,” elak Prillia. “Udah bisa bohong ya,” Daniel mengacak rambut Prillia membuat gadis itu memekik. “Ih Papi!!! Rambut aku berantakan nih,” Prillia segera memperbaiki tatanan rambutnya. Namun aktivitasnya terhenti saat mendengar ponselnya berbunyi pertanda ada pesan masuk. “Pi aku berangkat dulu ya.” “Kamu gak bawa mobil?” Tanya Daniel melihat Prillia meninggalkan kunci mobilnya. “Enggak pi, udah dijemput Alfi. Prillia pergi dulu ya, Prillia sayang papi.” “Papi juga sayang kamu.” Setelah mencium pipi Daniel singkat, gadis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD