Prillia berjalan cepat menuju kelasnya sembari terus merutuki dirinya. Tak seperti biasanya, kini gadis itu terlihat panik saat datang terlambat. Ini semua karena ia pulang terlalu larut kemarin setelah berjalan-jalan mengelilingi ibu kota dengan Daniel, padahal gadis itu sudah berniat untuk datang sepagi mungkin agar bisa menempati tempat duduk yang ia inginkan. Namun semuanya gagal begitu saja karna ia baru datang saat jam istirahat. Sebenarnya Prillia tak ingin datang, namun Daniel membujuknya karna ia tak ingin Prillia terlalu mengabaikan sekolahnya. Karena terlalu terburu-buru, Prillia sampai tak memedulikan orang-orang yang berlalu lalang di sekitar koridor hingga tanpa sadar ia menabrak seseorang yang membuat ia terpekik kaget. “Aw....” Prillia sedikit meringis memegangi bahunya. I

