Pemandangan seperti biasanya yang ia dapati langsung menyambut kehadiran Prillia saat berjalan menyusuri koridor rumah sakit jiwa 'Permata Buana'. Dengan kotak makanan di tangannya Prillia tak menghiraukan orang-orang yang berlalu lalang dengan terus meracau tak jelas atau bahkan memanggil-manggil dirinya. Bagi Prillia situasi seperti ini sudah begitu akrab dengannya. Mata hazel milik Prillia langsung berbinar saat melihat ibunya sudah duduk di tempat biasanya seakan-akan memang sengaja menanti kehadirannya. “Selamat siang Mommy,” sapa Prillia ceria.Sonya yang sedari tadi termenung langsung mengalihkan pandangannya pada Prillia. “Sepeti biasa, Prillia bawa makan siang, sekarang Mommy makan ya.” Prillia mulai membuka satu persatu kotak makan yang ia bawa. Berbagai macam lauk pauk, sayuran

