Chapter 15

3561 Words

Prillia berjalan gontai menyusuri koridor sekolah. Sebenarnya ia sangat malas untuk datang hari ini, namun ia tak ingin merasa lemah dimata siapa pun. Jika ia tak datang, pasti orang-orang terutama yang terlibat pada kejadian kemarin pagi menganggap ia lemah. Prillia mengedarkan pandangannya pada koridor yang tampak sepi. Wajar saja sebab ia sudah terlambat 1 jam. Namun tak seperti siswa lain yang akan berlari saat terlambat, gadis itu malah berjalan santai dan terkesan malas. Saat sudah sampai di depan kelasnya, Prillia langsung masuk begitu saja meskipun ia tahu bahwa di depan kelas seorang guru sedang menyampaikan sebuah materi. Namun gadis itu hanya acuh dan tak ada satu pun yang berani menegurnya. Apa lagi yang bisa dilakukan guru itu selain menghembuskan nafasnya kasar kemudian mela

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD