Dean pov Aku tak menyangka semua akan berakhir seperti ini. Queeny mengetahui identitas asliku dengan mata kepalanya sendiri, dan tentu saja ia marah besar padaku. Sekarang bagaimana aku bisa menjelaskan padanya kalau aku melakukan semua ini karena permintaan ayahnya yang merasa hidupnya tak akan lama lagi? Tidak. Aku tak bisa merusak kepercayaan Papa Mertua. Lagi~lagi aku harus mengalah. Kubiarkan ia pergi dengan meninggalkan kebencian padaku. Namun kali ini ada sesuatu yang harus kulakukan. Ku hubungi nomor hape Papa. "Dean, ada apa?" Terdengar Papa menyambut tanpa semangat. "Pa, Queeny telah mengetahui identitasku yang sebenarnya," kataku to the point. Kudengar suara napas Papa tercekat di ujung sana. "Bagaimana bisa?" "Ia tak sengaja masuk ke kamar pribadiku di kantor dan

