Sueny berjalan di belakang Kevin. Kini mereka tengah berada di sebuah restoran. Suasananya tenang dan nyaman, suasana kesukaan Kevin tentunya. Kevin menghentikan langkahnya, pun sama dengan Sueny. Ia berbalik dan menatap wajah canggung Sueny. "Kenapa berjalan di belakangku?" tanya Kevin. Pertanyaan Kevin hanya mampu dibalas dengan gelengan kepala oleh Sueny. "Berjalanlah di sebelahku," kata Kevin. Kemudian ia meraih tangan Sueny dan berjalan di sampingnya. Diam-diam Sueny mencoba mengatur degup jantungnya yang terus memompa darah lebih cepat daripada seharusnya. Berhentilah, Kevin. Atau kamu bisa buat aku kejang-kejang di tempat umum. Mereka berdua pun duduk disalah satu meja yang masih kosong. Duduk berhadapan. Sueny sebenarnya sedikit trauma, masih ia ingat betul bagaimana Kevin me

