“Baiklah,aku akan ikut denganmu dan menghabiskan uangmu seperti yang kau tawarkan.Tapi sebelumnya,bantu aku untuk melakukan sesuatu terlebih dahulu.”Anna berhenti mendebat Miller yang sudah mati kutu dan malu tidak bisa menjawabnya.
“Apa itu?Apa kau ingin aku berpura pura menjadi pacarmu dan mengatakannya di hadapan ayahmu itu?”Sahut Miller asal.
“Kenapa juga aku harus begitu,aku dan ayahku akan tetap baik baik saja.Aku tidak perlu berbohong hanya demi agar ia tidak khawatir padaku.”Anna semakin jengkel dengan mulut Miller yang suka simpang siur ini.
“Lalu apa?Apa yang akan kita lakukan?”Miller tertarik dan penasaran dengan petualangan apa yang akan Anna ajak untuk hari ini.
“Kita akan memberi pelajaran pada rubah betina yang sudah menjebakku dan menyebabkan kekacauan antara Daddyku dan orang tuanya.”Mata Anna berapi rapi lagi saat mengingat perbuatan Rexa.
“Rubah?”
“Wanita yang memberi tahu soal hubunganku dengan Daddy pada orang tua Daddy.Dia juga yang pasti mencari keuntungan dari membocorkan hubunganku dan Daddy.Aku harus mengabari berita sedih jika bukan dia wanita terpilih setelah susah payah untuk menjatuhkanku.”
“Menarik,kita akan menumpas kejahatan sepertinya.”
“Apa cita citamu menjadi polisi?”Anna melihat wajah Miller yang kekanakan dan kesenangan.
“Aku hanya pencinta keadilan untuk saat ini.”Miller membusungkan d**a dengan bangga seperti superman yang sedang borpose dengan sayap yang terkibar.
Anna semakin tertawa geli hingga menunduk karena terhibur atas ulah Miller.Miller memanggil lagi sopir pribadinya dan meminya sopirnya untuk mengantar ia dan Anna menemui Rexa.
Anna sudah bersiap melemaskan badan kalau kalau ia harus baku hantam dengan Rexa nantinya.
Miller memerhatikan Anna yang duduk di dekatnya.”Matanya bulat dan indah,sepertinya pipinya kenyal saat di sentuh?Rambutnya lembut dan jatuh dengan indah,kenapa aku malah memerhatikan Anna dengan detail seperti ini?Hari ini aku ingin memujinya cantik,tapi aku tidak mau dia salah paham.Aku juga tahu jika yang ia sayang dan suka adalah pria yang selalu ia panggil Daddy itu kan.’Miller menghembuskan nafasnya dengan berat lalu menatap lurus kedepan.Diam diam Miller sepertinya akan menjadi pengagum rahasia Anna.
***
“Hari ini aku akan mentraktir kalian makan sepuasnya,pastikan untuk berkumpul kembali saat kita pulang kerja.”Rexa dengan bangga ingin mentraktir semua teman teman kantornya untuk merayakan kemenangannya menyingkirkan Anna.
“Kedengarannya menyenangkan,apa aku boleh ikut juga tante?”Anna tiba tiba membelah kerumunan dan membuat semua mata tertuju padanya.
Rexa agak terkejut dengan kedatangan Anna kemari.’Bocah ini,dia pasti ingin marah padaku,tapi yah biarkan saja,dia pasti lebih menderita setelah orang tua William sudah memaki dan mungkin mengusirnya,hahaha.’Rexa tertawa jahat di dalam hati mencemooh Anna.
“Tentu saja,apa ayahmu sakit Anna?Kenapa dia tidak masuk kerja hari ini,dan kenapa juga kau ada disini?”Rexa mengangkat sebelah alisnya dengan senyum palsu yang malah kelihatan seperti seringai serigala yang ingin memanggsa kelinci.
“Uhm,ayahku akan bertemu wanita pilihan orang tuanya hari ini.Tante tahu sendiri kan,ayahku sudah cukup lama sendiri,dia juga harus menikah dan ada yang mengurusinya.Orang tuanya sudah menemukan wanita yang cocok untuk ayahku dan aku juga setuju.Aku akan segera memiliki ibu baru sebentar lagi.Ah,aku harap dia wanita yang cantik dan baik hati,bukannya iblis yang menyamar sebagai manusia.”Anna menyindir Rexa dengan kiasan iblis yang di sebutnya tadi.
Darah Rexa langsung berdisir deras naik ke otaknya.’APA!orang tuanya sudah memiliki wanita yang akan di jodohkan dengan William?Wanita itu bukan aku?Bahkan bocah sialan ini juga tidak di usir!!’Rexa mendadak merasa gerah dan gelisah.
‘RASAKAN!’Anna merutuk puas dalam hati mengibarkan bendera kemenangan.
‘Wanita amat menyeramkan saat mereka mendendam dan membalasnya ya.’Miller merinding dan bergidik ngeri melihat Anna yang berapi rapi memandang Rexa.
Anna lalu melenggang cantik dan pergi meninggalkan Rexa yang seperti orang bingung dan serba salah.
***
“Hahaha,aku puas sekali.Kau lihat kan tadi bagaimana wajah wanita itu.”Anna tertawa lepas didalam mobil sambil bercerita dengan Miller.
“Hal seperti itu malah membuat tertawa sampai sakit perut seperti sekarang?”
“Apa kau tidak bisa melihat kelucuan tadi?”Anna masih memegang perutnya yang kram karena tertawa dan tidak bisa berhenti.
“Sudahlah,aku tidak mengerti apa yang kau tertawakan karena aku bukan dirimu.Tadi itu tidak begitu menegangkan untukku.”Miller biasa saja sambil memaikan ponsel mahal keluaran terbaru di tangannya.
“GRAB.”Anna mencubit kedua pipi Miller dengan tiba tiba.”Aduhhhhh,menggemaskan sekali.Terima kasih sudah membuatku sangat bahagia.”Ujar Anna sambil mencubit pipi Miller.
Miller dengan wajah yang tertarik itu sangat menggemaskan walau wajahnya juga menahan sakit karena cubitan jari jari Anna.”Lepaskan,sakit!Kau bisa merusak wajah tampanku ini.”Jerit Miller walau ia pasrah dan tidak melawan walau sekedar menepis tangan Anna.
Anna kasihan lalu melepas cubitannya.”MMMMMMuuuuach.”Anna mencium pipi kanan Miller dan menempelkan bibirnya cukup lama lalu barulah melepaskannya.
Temperatur suhu tubuh Miller langsung naik dengan mata yang membelelak lebar.
“Anggap saja kita impas,aku sedang bahagia sekali.Ini untuk balasan atas ciumanmu waktu itu,kita tidak perlu saling mengungkit lagi setelahnya.”
“Kau ini!!”Miller salah tinggkah dan bingung ingin bicara apa,karena setelah menoleh dan melihat wajah Anna,ia malah merasa lidahnya kaku sedangkan matanya terus ingin menatap Anna.
“Ayo ke taman hiburan,temani aku bermain!”Miller malah asal bicara saking kosongnya kata kata karena di perlakukan Anna seperti tadi.
“Tentu saja,ayo kita bermain sepuasnya dan merayakan kemenanganku.Pastikan kau membelikanku cemilan dan memberiku makanan yang cukup ya.”Anna mengedipkan sebelah matanya.
“Shot.”Tatapan itu menembak lagi ke d**a kiri Miller.
Miller memalingkan badan lalu memegang d**a kirinya sambil membuang nafas.’Apa apaan ini,apa aku sakit jantung di usia muda?Inikah yang terjadi kalau aku suka mengolok penyakit jantung ayahku?Aku rasa dulu ayah mungkin sakit jantung karena ibuku berulah seperti ini,wanita memang menawan namun berbahaya.’Miller mengira jantungnya sedang tidak sehat,padahal hatinyalah yang saat ini sedang bergejolak kencang karena luapan perasaan yang sudah amat lebih untuk Anna.
***
William berpakaian rapi sambil menunggu wanita yang akan datang untuk di jodohkan dengannya.Pertemuan ini sekaligus menjadi pertemuan keluarga untuk mempertemukan William dengan wanita pilihan orang tuanya.
Orang tua William sengaja mempercepat semuanya dan mengadakan pertemuan ini saat Anna sedang di luar agar tidak mengganggu.
William berdiri saat bel pintu rumahnya berbunyi dan ibunya bergegas keluar untuk membuka pintu.
Saat itulah William melihat gadis dengan dress biru muda selutut,rambut panjang yang diikat setenga kebelakang dengan balutan pita dan tatapan menunduk penuh kecanggungan.
William tahu jika wanita itulah yang akan di jodohkan dengannya,William berusaha ramah sebagai tuan rumah dan menyambut dengan senyuman hangat.
Wanita itu dan William saling berjabat tangan,si wanita masih takut takut berani menatap William.
“Will,ini puteriku Brenda,dia memang pemalu dan sangat tertutup.Dia bekerja sebagai guru privat les piano.Annakku ini masih polos dan sangat lemah lembut.”Ibu Brenda yang juga sahabat dari ibu William ini memperkenalkan puteri tunggal yang amat ia banggakan.
Brenda duduk menutup rapat pahanya,rambutnya yang panjang bewarna coklat indah berkilau.William bisa tahu jika Brenda memang benar benar gadis baik baik dan tidak liar.
Hanya saja William merasa bersalah pada Brenda.’Aku harus menikahi wanita baik ini tanpa ada dasar cinta di antara kami.Aku juga tidak tahu apa waktu bisa menumbuhkan rasa cintaku untuknya saat Anna juga akan hidup bersamaku.Aku harus menikahinya untuk menyelamatkan Anna.Tapi aku juga akan melukai Brenda karena membuatnya terseret pada masalah di hidupku.’William tidak sampai hati jika nanti tidak bisa membahagiakan Brenda dalam pernikahan yang sudah di atur para orang tua ini.Tapi ia juga tidak bisa melepaskan Anna dan membuat Anna di usir.
***
Anna dan Miller benar benar datang ke datang hiburan dan bermain sepuasnya di sana.Mereka mencoba tiap tiap wahana dari yang biasa hingga yang paling ekstrim.
Anna melupakan sejekan perasaannya pada William juga kesedihannya karena orang tua William yang membencinya.Anna menikmati hari itu dengan penuh suka cita.
Hingga sore mulai menjelang,Anna dan Miller sedang menaiki wahana kereta gantung yang ada di taman bermain itu.Dari ketinggian keduanya bisa melihat matahari yang akan terbenam sebentar lagi bersama.
“Kau senang?”Tanya Miller yang duduk di sebelah Anna.
“Aku senang sekali,aku merasa lepas dan tanpa beban seperti kapas.”
“Aku juga,entah sudah berapa tahun aku tidak kesini,terakhir kali saat aku kecil,aku pergi ke taman bermain bersama kedua orang tuaku.”
“Aku juga dulu kesini bersama Daddy dan isterinya,saat itu aku belum menggila terlalu jauh menyukainya karena Mommy masih hidup.Aku ingat sekali jika Daddy menggendongku di taman beramain karena aku kelelahan,lalu ia juga menggendongku di belakang saat pulang,aku tertidur di punggung Daddy saking lelahnya.”Anna mengingat masa masa indah itu.
Anna melihat wajah cantik Anna yang terpancar sinar matahati senja,semakin indah dan elok saja di pandang.
“Anna,”Satu tangan Miller tiba tiba sudah di pipi kanan Anna.
Anna menatap sendu di bubuhi senyum.”Em.”Sahut Anna.
Jantung Miller berdegub kencang lagi dan jakunnya juga naik turun menelan salivanya yang mengucur karena gugup.
Pelahan Miller memajukan wajahnya ke Anna dan “Slap” Miller menjatuhkan bibirnya ke atas bibir Anna lagi.
Saat itu Miller memutuskan menutup matanya.’Kalaupun ia menampar dan mendorongku setelah ini,aku akan menerimanya.’Miller mempertaruhkan keberaniannya untuk melakukan hal ini.
Anna yang perasaannya sedang lumer masih terdiam,sejujurnya ia sedih jika mengingat di rumahnya sekarang William pasti sedang bertemu dengan wanita yang akan di jodohkan dengannya,tapi di sisi lain,Miller benar benar berbeda dan membuatnya nyaman.
“GRAB.”Anna mengalungkan tangannya di leher Miller.
Bibir Miller dan Anna mulai berpautan satu sama lain hingga ciuman romantis di kereta gantung itu berlatar belakang matahari terbenam yang indah.
Miller masih amatir di banding Anna,Anna lebih unggul dan menuntun Miller dalam ciuman ini.Ciuman yang membuat d**a Miller panas dan nafasnya terasa sesak karena bahagia.Bibir Merah Miller terlihat basah dalam lumatan Anna.
Hatinya yang dingin dan hidupnya yang kaku mulai hangat dan bewarna setelah kedatangan Anna.