BAB 12

1228 Words
‘Dia pria yang baik dan hangat,apa aku cukup baik untuknya?’Malam harinya,Brenda menulis di buku hariannya tentang pertemuannya dengan William hari in.Brenda memegang d**a kirinya yang berdegub lebih kencang saat mengingat wajah William walau baru awal permulaan pertemuan pertama mereka. Brenda merona memerah dipipinya karena sudah menaruh perasaan pada William.Brenda yang memang penurut pada orang tuanya ini awalnya ragu jika saja ia tidak cocok dengan pria pilihan orang tuanya,terlebih pria itu sudah pernah menikah sebelumnya dan memiliki anak asuh yang sudah remaja. Banyak kebimbangan dan keresahan yang di alami Brenda sebelumnya,namun sekarang semuanya berubah saat ia sudah bertemu William langsung. Brenda malah ingin semakin mengenal William dan menyetujui kencan yang di atur oleh orang tua mereka di akhir pecan nanti agar ia dan William bisa lebih mengenal satu sama lain. *** William mendapat telepon dari sekolah Anna perihal Anna yang membolos,malam sudah menjelang tapi Anna belum juga pulang.William amat khawatir apalagi ponsel Anna tidak aktif dan tidak bisa di hubungi. Hampir hampir William ingin melapor ke polisi karena takut Anna hilang di culik atau mendapat kejahatan di luar sana. Saat William ingin pergi kekantor polisi dan sudah mengenakan jaketnya,ia mendengar suara mobil didepan rumahnya.William merasa asing lalu mengintip dari jendela di samping pintu. William menyingkap tirai hordennya dan melihat Anna yang turun dari mobil seseorang diidkuti seoarang pria muda yang menyusul keluar. Keresahan William hilang karena ternyata Anna baik baik saja,ia hanya telat pulang,tapi sosok pria yang berseragam seperti seragam di sekolah Anna membuat William penasaran.’Siapa anak muda itu?’ William masih tidak tahu jika yang bersama Anna adalah Miller,pria yang selanjutnya akan berjuang dan terus berada di sisi Anna. *** “Sudah malam,masuklah.”Miller tersenyum lebar pada Anna sambil memandang wajah Anna. “Terima kasih untuk hari ini.”Anna juga senang setelah seharian ini bersenang senang dengan Miller. Miller menggigit bibir bawahnya sejenak karena matanya tidak sengaja melintas melihat bibir Anna yang tadi di ciumnya. “Miller,jangan terlalu canggung,yang wanita itu dan kau pria tapi kenapa malah kau yang malu malu kucing dan salah tingkah?”Anna sangat senang mengejek Miller. “Kau ini!!!”Miller menghentakkan kakinya seperti anak kecil.Ia juga tidak tahu apa kelanjutan hubungannya dengan Anna,entah  mereka sahabat,teman atau sahabat yang jadi cinta nantinya. “Anna,masuklah,sudah malam.”William tiba tiba keluar dan menyela di antara perbincangan Anna dan Miller. Miller melihat sosok hot Daddy yang juga ayah kecintaan yang membuat Anna mabuk kepayang itu.’Jadi dia orangnya?Dia hanya lebih dewasa dan berumur,aku rasa kadar tampan wajahku masih bisa jauh mengalahkannya.’Miller memandang William sebagai saingan beratnya walau tetap memuji dirinya sendiri terlebih dahulu. “Aku masuk dulu,kau pulanglah.”Anna menyela di tengah tatapan Miller yang masih memandang William sengit. “Iya,sampai jumpa besok.”Miller menuruti permintaan Anna yang sepertinya segera memintanya untuk cepat pergi karena William sudah memanggil. Anna masuk ke dalam rumahnya dan Miller juga duduk nyaman di antar pulang didalam mobilnya. *** “Anna!Siapa dia!Apa dia anak nakal?Dan kenapa kau membolos hari ini!”Nada William seperti menekan dan tidak ada kata santai di dalamnya. “Daddy,dia teman baikku.Aku yang memang ingin membolos,aku dan dia menghabiskan waktu di taman hiburan hari ini.”Anna malah berseri seri bercerita tanpa rasa bersalah. “Aku melarangmu untuk berbuat seperti itu lagi Anna!Membolos bukanlah hal yang baik,terlebih kau bersama seorang pria!Kau bisa saja berbuat yang tidak baik dan menghancurkan masa depanmu!”Entah kenapa William menjadi sangat marah karena melihat Anna bersama Miller tadi,apalagi mereka menghabiskan waktu seharian. “Daddy,dia itu baik.Lagipula,hanya dia yang mengerti aku untuk saat ini.Apalagi harus memikirkan Daddy bertemu dengan calon isteri Daddy,aku sangat kacau,karena Millerlah aku merasa lepas dan tenang sehingga aku bisa melepas perasaanku untuk Daddy.Dia orang yang mendukung dan selalu menghiburku.”Anna membela Miller karena tidak ingin William menganggap Miller pria yang tidak baik. William tanpa sadar mengepalkan kedua tangannya,ia tidak terima saat Anna begitu membela Miller dan tega mengatakan terang terangan melepaskan perasaan untukknya didepannya langsung. “Aku lelah Daddy,aku ingin istirahat.Aku janji tidak akan membolos lagi.Semoga perjodohan Daddy berjalan dengan lancar,aku akan bersikap baik pada wanita itu.”Anna mengalah dan malas untuk berdebat lebih jauh lagi. Masuk lagi kedalam rumah ini membuat d**a Anna terasa sesak dan pikirannya terasa sempit. William masih diam dengan emosi yang tertahan begitu berat dalam benaknya.Siapa pria tadi,sedekat apa dia dengan Anna dan apa yang membuat Anna yang tertutup mau berteman dengan pria seperti itu membuat William begitu terganggu.Entah ini keresahannya sebagai seorang ayah yang puterinya sudah mulai beranjak dewasa sebagai seorang remaja atau rasa lain yang membuatnya resah karena selama ini hanya ia pria yang dekat dengan Anna dan selalu Anna kagumi juga sanjung. *** Keesokan harinya,William yang sudah mulai masuk kerja lagi langsung di sambangi Rexa ke ruangannya. “TAP.”Rexa meletakkan kedua tangannya di ujung Meja William. “Will,apa benar kau di jodohkan dengan wanita pilihan orang tuamu!” “Benar,dia anak teman ibuku.Aku merasa dia wanita yang tulus,baik dan lemah lembut.”William memandang benci pada Rexa yang sudah membuat Anna dan ia dalam masalah karena mulut Rexa yang tidak bisa di rem. “Kenapa kau mau!Kenapa juga orang tuamu tidak memberitahuku?!Bukankah aku berjasa untuk semuanya!”Rexa masih emosi dengan semua perkataannya karena tidak terpilih sebagai orang yang di jodohkan pada William. “Itu karena aku dan Anna sepakat untuk menolakmu dan membencimu!Aku rela diminta menikah dengan orang lain asala jangan dirimu!Anna juga setuju dan ia akan tetap tinggal bersamaku!Siapapun yang mengusik dan menyakiti Anna maka aku akan membencinya lebih dari siapapun!”William menegaskan rahangnya dan menajamkan matanya saat berbicara. “Jadi kau membenciku?Dan ini karena Anna lagi! “ “Tentu,apa lagi jika bukan itu.” “Demi apapun William!Kau dan Anna tidak akan pernah bahagia!Aku memebenci kalian!Kalian lihat saja apa yang akan aku lakukan nantinya.Jika kalian pikir menghancurkanku begitu mudah maka kalian salah besar!”Rexa sepertinya mengancam dan mengindikasikan akan berbuat onar lagi setelah ini. “SKAK.”William berdiri secara tiba tiba lalu mencengkram leher Rexa dan mencekiknya dengan kuat. “Kau kira aku main main hah!Kau ingin mengusik Anna lagi!Dengar ya,aku tidak keberatan untuk menggunakan tanganku ini untuk mengakhiri hidupmu!Sudah cukup kau membuat onar!Kalau peringatan ini masih belum bisa membuatmu jera maka jangan salahkan aku jika aku berbuat amat sangat jauh lebih kejam dari ini! Aku bisa menjadi sadis jika kau sampai menyakiti puteriku lagi!”William mencengkram leher Rexa dengan amat kuat hingga membuat Rexa tercekik dan sesak seakan kehabisan nafas. Rexa sangat takut dan terdesak,kedua tangannya bahkan tidak mampu mencoba melepas tangan William yang menempel kuat di lehernya. “HASHHH.”Rexa mengambil nafas panjang saat William melepas tangannya.Rexa bernapas seolah tadi ia sudah tenggelam dan hampir mati karena William. Rexa ketakutan hingga kaki dan tangannya dingin dan lututnya bergetar hebat.Ia tahu jika William tidak main main.William yang selama ini baik dan lemah lembut ternyata memiliki sisi sadis seperti ini yang amat menakutkan dan membuat orang lain merasa terintimidasi hebat. Hari itu juga demi ia yang masih sayang dengan hidupnya,Rexa mengundurkan diri dari perusahaan dan berusaha pergi sejauh mungkin dari William. ‘Dia seperti pembunuh berdarah dingin,kalau aku tetap nekad aku yakin aku tidak akan mendapat apapun kecuali ajalku yang semakin dekat dan mati konyol.’Rexa bertemu William lagi sepintas yang sekarang sudah terlihat baik dan membaur dengan yang lain.Sedangkan tadi ia jelas jelas ia sudah di ancam dan hampir di bunuh oleh William.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD