"Kakek terimakasih banyak, padahal Ratna udah bilang nggak usah, tapi kakek tetap beliin Ratna sepeda malahan yang mahal banget lagi, terimakasih ya kek." Ucapku pada kakek Hadi dengan begitu sumringah, saat melihat sepeda yang ku pilih tadi sedang dalam proses packing oleh petugas toko. "Iya Nduk. Kakek udah bilang mau bertanggung jawab atas masa depan kamu karena kamu cucuku dari Ningsih. Meskipun bukan kandung, tapi aku udah sayang. Gimana dong?" Ucap kakek Hadi yang membalas ucapanku sebelumnya dengan senyuman yang menghiasi wajah tuanya. "Maafin Ratna ya kek, kalau kehadiran Ratna sedikit mengganggu kakek sama keluarga yang lain." Ucapku lagi sambil menundukkan kepala karena merasa tidak enak pada kakek Hadi. "Ah, kamu bicara apa? Kamu itu cucuku, anaknya Ningsih. Karena Ningsih n

