Pagi hari ini, kakek Hadi mengatakan bahwa beliau akan mengajakku ke sebuah toko sepeda yang ada di pasar besar. Meskipun aku sempat menolak pemberian dari beliau, namun beliau tetap memaksa ku untuk menerimanya. Hmm, Persis banget deh kaya ibu Ningsih yang suka maksain kehendaknya sendiri ke orang lain. "Ratna... Ayo, mobile doplak wes siap loo..." Teriak kakek Hadi di depan pintu kamarku, saat aku sedang berhias untuk mempercantik diriku. Ya, maklumlah. Sebagai seorang gadis remaja aku tentu ingin tampil cantik, wangi, dan juga modis agar sedap di pandang lawan jenis. "Eh, astaghfirullah. Ratna, kebiasaan deh ah mikirnya suka aneh-aneh." Gumamku dalam hati sambil terus menggerutu nggak jelas. Tapi, ya bener loh. Sebagai perempuan normal aku tetap ingin tampil menawan di mata siapa saj

