"Ratna... Alfi... Ayolah kita makan dulu. Setelah ini kakek antar kamu ke asrama ya." Ucap kakek Hadi setelah beberapa saat aku dan Alfi hanya berdiam diri di ruang tamu. Setelah menangis sesenggukan bersama tadi, aku dan Alfi hanya saling terdiam dan menenangkan diri kami masing-masing. Tak dapat ku pungkiri, aku pun merasa kasihan padanya. Inginku tetap berada di rumah kakek Hadi, namun keadaan tidak memungkinkan. Aku tidak ingin menjadi terlena dengan kebaikan yang beliau berikan padaku. "Iyaa kek." Balasku sambil menganggukkan kepala dengan perlahan. "Yuk Fi." Sambung ku lagi sambil menoleh kepada Alfi yang masih terdiam dan mematung di sebelah ku. Tanpa kata apapun, Alfi beranjak dari tempat kami duduk dan berlalu menuju ke arah dapur. Bagai di komando olehnya, aku pun ikut mengek

