"Ana, kok cemberut aja? Kamu gak suka baju pengantinnya?" tanya Furqon sembari fokus menyetir saat perjalanan pulang dari butik Umi Habibah. Namun, Ana tidak menjawab dan malah memalingkan pandangan ke luar jendela. "Ana. Ada apa?" tanya Furqon lagi. Tangan ustaz tampan itu meraih jemari Ana dan meremasnya pelan. "Kenapa Umi Habibah bilang Mas akan menikah dengan Ustazah Nabila? Terus siapa itu Abel?" tanya Ana tanpa menoleh ke arah suaminya. "Maafkan aku, Ana. Mungkin pernikahan kita terlalu mendadak dan kamu tidak tahu banyak tentang masa laluku. Nanti aku ceritakan semua, ya." "Aku maunya Mas cerita sekarang," sahut Ana membuat Furqon menghela napas panjang. "Baiklah." Furqon memelankan laju mobilnya sambil mulai bercerita. "Almarhumah istriku, Zahira meninggal enam bulan setelah

