Bab 48-Kebaya Pernikahan

1111 Words

"Ana, kamu ngapain peluk-peluk cowok itu," ucap Furqon murka. Tanpa sengaja ustaz tampan itu melihat sang istri menopang tubuh Sultan saat dirinya hendak memanasi mobil yang diparkir di depan kantor sekretariat pesantren. "Aduh, Mas. Jangan marah dulu. Bantuin, kek. Ini aku juga gak tahu kenapa tiba-tiba Sultan pingsan," balas Ana yang kesusahan menopang tubuh besar Sultan. Furqon segera mendekat dan membantu sang istri. "Maaf, Ana. Aku kira kamu tadi--" "Makanya jangan suuzan dulu, Mas," potong Ana sewot. "Ya, iya, maaf. Yasudah, tolong kamu panggil bagian kesehatan untuk mengirim tandu ke sini. Aku mana kuat membawa tubuh Sultan ke UKP," titah Furqon. Ana mengangguk, lalu segera memanggil petugas yang berjaga di UKP agar membawa tandu untuk membawa Sultan. "Mbak Ana, itu tadi siapa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD