Renjuna menemani Maira pergi ke pasar. Padahal Maira sudah bilang, kalau dia bisa pergi sama Titin. Tapi Renjuna menolak, dengan alasan sekalian kencan. "Mana ada orang yang pergi kencan ke pasar." "Ada, kita kan?" Jawab Renjuna dengan santainya. Maira berdecak sebal, dia yang awalnya kesal dengan jawaban Renjuna, mendadak berubah senyum-senyum sendiri karena ternyata Renjuna membantu lengan Maira untuk dilingkarkan ke lengan Renjuna. Mereka berdua seperti pasangan muda yang sedang dimabuk asmara. Walaupun tatapan Renjuna tidak menyiratkan ekspresi apapun. Maira menyentang satu-persatu bahan makanan yang Umi pesan melalui layar gawai pintarnya. Maira yang tukang centang, Renjuna yang bawa. Sungguh indah sekali pemandangan ini. Setelah semua belanjaan masuk ke dalam mobil, kini gilira

