Pandu pulang dalam keadaan bahagia. Sepanjang perjalanan ia terus saja tersenyum tanpa henti. Wajah Jasmin memenuhi perjalanan pulang nya. Bahkan ketika ia tiba di rumah nenek nya, ia sama sekali tidak sadar dengan kehadiran sang nenek. "Pandu, bagaimana dengan Jasmin? Apa kamu sudah menemukan nya? Panduuu,, Pandu,, kamu dengar nenek, nggak?" "Eh, maaf nek. Pandu tidak tahu jika nenek ada di depan Pandu." "Kamu ini sangat aneh." "Eh, nenek mau kemana. Sini dulu, Pandu mau cerita." Pandu menarik tu-buh sang nenek dan membantu beliau duduk di atas sofa. Lalu setelah itu, Pandu tiba-tiba saja memeluk sang nenek dengan erat. "Ada apa? Apa yang terjadi dengan mu? Kamu tidak berbuat hal yang aneh, kan?" "Nek, apa aku seburuk itu di mata nenek? Bahkan nenek tidak percaya pada cucu nenek s

