Pandu tersenyum sambil memegang payung besar. Ia sangat berharap jika Jasmin mau ikut bersama nya untuk pulang ke panti. Hujan semakin deras. Jasmin pun menata ke arah Pandu dengan pandangan yang tidak bisa di jelaskan. "Kamu yakin payung itu bisa berguna?" "Tentu saja. Memang nya kenapa? Ayo lah Jasmin, hujan nya semakin deras." Jasmin pun langsung bangun dan mengambil payung itu dari tangan nya Pandu. "Apa kau tahu, payung ini terlalu kecil. Jadi, karena kamu baik hati, payung ini lebih baik untuk ku saja." Jasmin langsung mengambil payung milik Pandu dan meninggalkan pria itu di sana. Pandu masih berdiri sambil tertawa. Sungguh konyol. Ia bisa begitu saja melupakan permusuhan nya dengan Jasmin. Padahal, sebelum ia datang ke pemakaman itu, ia sudah bertekad untuk mencari gara-gar

