Pandu terbangun dari tidur nya dan merasa heran. Ia tidak tahu sama sekali kenapa bisa berada di ruang nenek nya. Byurrrr Aaaaahhhhhhhh "Apaan kamu, Jasmin. Aku sudah bangun." "Oh, maaf. Aku pikir kamu masih di alam mimpi." Ucap Jasmin. "Apaan alam mimpi. Mana ada orang yang di alam mimpi dengan mata terbuka. Dan Jasmin, kita tidak sedekat itu." "Maaf, Tuan Pandu. Segera lah bersiap, kita akan ke kantor sebentar lagi." Jasmin keluar dari kamar Pandu dan segera menemui Nyonya Rima. Di ruang depan, Nyonya Rima mondar mandir karena khawatir dengan keadaan cucu nya itu. "Jasmin, bagaimana?" "Tuan Pandu sudah kembali normal." "Syukurlah kalau begitu." "Tapi, Nyonya. Bisa jadi ia akan kembali berubah menjadi orang lain saat trauma nya kembali hadir." "Bantu lah orang tua ini, Jasmin.

