Pandu sama sekali tidak percaya dengan apa yang ia lihat di hadapan nya. Jasmin yang dulu, sangat lah berbeda dengan Jasmin yang ia lihat di kantor nya tempo hari. Gadis cantik dengan kedua bola mata yang membuat nya ingin terus menatap nya. Pandu tahu, ia telah salah karena datang ke tempat itu. Akan tetapi, entah mengapa hati Pandu ingin ke sana untuk mencari tahu tentang keberadaan Jasmin. "Benar kah apa yang kau katakan itu? Tapi, mengapa ia bisa berubah bentuk dalam waktu sekejap saja? Ini sungguh aneh dan tidak masuk akal." Ucap Pandu meminta penjelasan. "Hmmm,, banyak hal yang terjadi di kehidupan Kak Jasmin. Masa lalu nya itu lah yang membuat Kak Jasmin tidak ingin menjadi cantik lagi. Ia trauma menjadi gadis cantik. Lebih baik jadi itik buruk rupa saja kata nya." "Sangat aneh

