"Ini rencanamu?....." Tanya Ara menatap Kyuhyun menyelidik. Kyuhyun hanya tersenyum sembari fokus pada kemudinya.
Flashback
"Lakukan dan katakan apapun di konferensi pers yang bisa melindungi So Eun... Walaupun Kau sudah menduakan So Eun, tapi... Entahlah... Aku masih percaya dan yakin jika Kau akan melakukan apapun untuk So Eun...." Suara Kim Bum terdengar datar.
"Lalu bagaimana dengan kariermu?.... So Eun mengkhawatirkan kariermu di dunia entertaintment...." Ucap Kyuhyun.
"Kau tidak perlu memikirkanku.... Karena Aku memang sudah ingin pergi dari dunia ini...." Ucap Kim Bum sedih. Jadi sebenarnya maksudnya Kim Bum meninggalkan dunia ini adalah dunia entertainment, bukan dunia sesungguhnya. Dan beruntung Kim Bum mengucapkan kalimat itu dengan nada yang benar-benar sedih jadi bisa mendukung rencana Kyuhyun menipu So Eun.
Walau tujuan awalnya masuk dunia entertainment hanya untuk menunjukkan bahwa walau Ia hanya bisa bernyanyi namun Ia bisa menjadi pria mapan. Dan sekarang Ia sudah mendapat banyak hasil dari pekerjaannya sebagai penyanyi dan membuat usaha dengan uang itu. Jadi tidak ada masalahnya jika Ia mundur dari dunia entertainment. Namun Kim Bum tetap sedih karena saat Ia menjadi Idola, Ia merasa dicintai oleh penggemarnya. Cinta yang sulit Ia dapat dari orangtua ataupun lingkungannya. Hanya So Eun, Minho dan Kim Joon yang benar-benar tulus menerimanya.
Flashback End
"Akhirnya Kau sadar juga dari kebodohanmu...." Cibir Ara kembali menatap ke depan. Kyuhyun mencebik kemudian mencubit pelan pipi Ara merasa gemas dengan cibiran Ara.
"Aku hanya merasa So Eun sudah memutuskan maka Aku hanya harus menurutinya.... " Bela Kyuhyun.
"Ya... Itu karena Kau bodoh.... "
"Aish.... Sudahlah.... Yang penting sekarang Aku sudah melakukan sesuatu.... "
"Ya.... Ya.... Ya... Walau terlalu lama..."
"Ck... Mulutmu itu.... Aku benar-benar ingin menciumnya...." Kyuhyun berucap kesal sekaligus gemas dengan mulut Ara yang suka sekali membantahnya.
"Coba saja..... Wekkk...." Ara menjulurkan lidahnya mengejek Kyuhyun karena Kyuhyun tidak akan bisa melakukan ancamannya disaat Ia sedang mengemudi. Kyuhyun mengusap gemas kepala Ara kemudian menariknya dan membawanya kepelukannya. Ara pun dengan senang hati menurutinya bahkan Ia langsung memeluk Kyuhyun dari samping.
"Selanjutnya apa yang akan terjadi?.... " Gumam Ara mulai serius.
"Selanjutnya.... Kita akan berjuang bersama.... Sudah saatnya kita menghadapi semuanya.... Menghadapi segala konsekuensi atas apa yang kita lakukan...." Jawab Kyuhyun.
"Semoga perjuangan dan pengorbanan So Eun tidak sia-sia.... " Ucap Ara.
"Hmm.... Mudah-mudahan..... " Ucap Kyuhyun sedikit ragu.
"Asal Kim Bum bersamanya.... Kurasa So Eun akan baik-baik saja....." Ucap Ara lagi.
"Yah.... Semoga So Eun bisa bersikap egois untuk kali ini.... Kalau tidak, percuma kita meninggalkannya bersama Kim Bum....." Lanjut Ara.
"Hmm...." Kyuhyun membalas singkat nampak tidak fokus dengan apa yang Ara ucapkan sehingga membuat Ara curiga.
"Apa yang Kau fikirkan?...." Tanya Ara melepas pelukannya dan kembali keposisi semula. Kyuhyun menghela nafas keras.
"Kyu..... Kau menyesal melakukan ini?.... Kau menyesal mengembalikan So Eun pada Kim Bum..... Kau mencin-....Aww....." Belum selesai Ara mengucapkan kalimatnya, Kyuhyun sudah terlebih dahulu menjitak kepala Ara. Ara meringis sementara Kyuhyun membelokkan mobilnya memasuki parkiran sebuah kafe.
Kyuhyun menghela nafas sebelum menghadapkan tubuhnya pada Ara yang masih meringis dengan mata berkaca-kaca. Kyuhyun tahu itu bukan karena jitakannya melainkan karena pikiran bodohnya.
"Aku mencintai So Eun...." Tubuh Ara menegang.
"Hanya sebagai adik.... Dan sebagai malaikat penolongku... Bukankah Aku sudah sering mengatakannya.... Sedangkan cinta sejatiku hanya Kau... Cho Ara, Isteriku...." Ucap Kyuhyun lembut sembari mengusap kepala Ara yang Ia jitak. Ara langsung memeluk Kyuhyun menyembunyikan wajahnya yang sudah basah.
"Aku tadi memikirkanmu.... Mungkin setelah ini Kau akan menghadapi banyak hal buruk.... Aku mengkhawatirkanmu...." Ucap Kyuhyun.
"Aku bisa menghadapinya.... Asal Kau selalu bersamaku....So Eun punya Kim Bum untuk berjuang bersamanya.... Dan Aku mempunyaimu untuk berjuang bersamaku.... " Ara mengucapkannya sembari mendongakkan wajahnya untuk melihat wajah Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum kemudian langsung mmagut bibir Ara yang begitu dekat dengan wajahnya. Ara terkesiap sesaat namun pada akhirnya Ia pun membalasnya.
~oO0Oo~
Cklekk
Suara pintu terbuka dan So Eun muncul melalui celah pintu untuk melihat penghuni kamar. Sejak Kim Bum memasuki kamar, So Eun hanya terdiam di ruang tamu dengan banyak pikirannya. Bahkan saat Kyuhyun dan Ara pergi pun Ia tidak terlalu mempedulikannya. Hingga pukul 5 sore Kim Bum belum juga keluar kamar dan So Eun berinisiatif memasak mengingat sebenatar lagi waktunya makan malam.
Setelah menyiapkan makan malam So Eun mengetuk pintu kamar Kim Bum berulang kali namun tidak mendapat jawaban membuat So Eun khawatir mengingat wajah pucat Kim Bum tadi.
Seperti dugaan So Eun, Kim Bum sedang bergerak gelisah diranjangnya dengan keringat yang mengucur.
"So Eun?!...." Lirih Kim Bum ketika menyadari kehadiran So Eun.
"Oppa...." So Eun menatap Kim Bum panik kemudian mendekati Kim Bum untuk memeriksanya. Kim Bum mengalami gangguan lambung karena makan yang tidak teratur juga kelelahan serta stress.
Dengan sigap So Eun membuka pakaian Kim Bum untuk membersihkan tubuh Kim Bum dari keringat dan mengganti pakaiannya. Setelahnya So Eun menyuapi Kim Bum bubur dan memberi obat yang kebetulan tersedia di tas So Eun.
" So Eun...." Kim Bum memanggil So Eun saat So Eun akan beranjak dari kamar Kim Bum untuk membawa piring kotor ke dapur.
"Ada apa Oppa?..." Tanya So Eun heran.
"Kau akan kembali kan?...."" Kim Bum berucap lirih dan ragu. So Eun tersenyum tipis dan mengangguk kemudian langsung beranjak. Kim Bum sendiri langsung memejamkan mata berfikir.
"Apa Kau mengerti maksud 'kembali' yang ku maksud?" Batin Kim Bum. Kim Bum takut So Eun mengira maksud 'kembali' itu adalah pulang ke tempat suaminya berada. Cukup lama Kim Bum menunggu namun So Eun tidak juga kembali membuat tanpa sadar airmata menetes dari pelupuk mata Kim Bum.
"Kau pergi?!...." Kim Bum berucap sedih.
Cklekk
Pintu terbuka dan akhirnya muncullah So Eun.
"Maaf Oppa, Kau lama menunggu... Aku makan dulu... Aku bener-benar lapar..." So Eun berucap santai belum menyadari ekspresi terkejut Kim Bum.
"Op....pa,....maksudmu 'kembali' ke sini kan? Ke sisimu?...." Kali ini So Eun yang ragu dengan pemikirannya akan kalimat Kim Bum karena Kim Bum menatapnya seolah tak percaya. Kim Bum memjamkan mata dan menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan So Eun.
"Aku mengantuk... Temani Aku...." Ujar Kim Bum sembari menepuk ranjang kosong sebelahnya meminta So Eun berbaring di dekatnya. Canggung dan gugup namun So Eun tetap menuruti Kim Bum. Setelah berbaring, So Eun langsung menggenggam tangan kiri Kim Bum dengan tangan kanannya seperti dulu yang Ia lakukan ketika Kim Bum sakit.
Kim Bum membalas genggaman tangan So Eun kemudian membawanya ke atas dadanya. Agar lebih nyaman, So Eun pun mengubah posisinya menjadi miring menghadap Kim Bum. So Eun tersenyum melihat wajah damai Kim Bum yang entah sejak kapan sudah terlelap. Mungkin karena sudah lama Kim Bum tidak bisa tidur nyenyak sehingga saat So Eun berada di dekatnya, Ia bisa mudah terlelap.
"Apa salah jika Aku egois saat ini Oppa?.... Maaf membuatmu menderita karena keputusanku...." Lirih So Eun sebelum memejamkan mata ikut terlelap.
~oO0Oo~
Pagi hari akhirya tiba, perlahan mata Kim Bum mulai mengerjap dan akhirnya terbuka. Beberapa saat Kim Bum menerawang mengingat apa yang terjadi dan mencoba meyakini bahwa Kim So Eun-nya benar-benar menemaninya semalam. Belum sempat Kim Bum menerawang lebih jauh, Kik Bum mencium wangi rambut yang Ia sukai disusul dengan sebuah pergerakan. Menunduk sedikit akhirnya Kim Bum melihat wajah So Eun menempel didadanya dengan tangan So Eun memeluk pinggangnya.
Kim Bum sedikit tidak yakin apakah ini mimpi atau kenyataan hingga mata So Eun terbuka menatapnya kemudian senyum manis So Eun berikan untuknya. Kim Bum ingat semalam Ia hanya memeluk tangan So Eun dan kini Ia terbangun dengan posisi yang tidak terduga, Ia terbangun dengan So Eun yang memeluknya dan tentunya Ia juga memeluk So Eun.
"Pagi...." Sapa So Eun dan berhasil menyadarkan Kim Bum. So Eun memilih Kyuhyun, Kim Bum ingat pasti itu. Seharusnya Kim Bum mengusir So Eun saat ini agar Ia tidak merasakan sakit yang lebih dalam. Tapi Kim Bum merasa tidak ingin melewatkan hal ini mengingat sudah lama sekali Ia tidak mengalami hal ini, terbangun dan langsung melihat senyum dari wanita yang Ia cintai.
"Pagi...." Ucap Kim Bum tersenyum sembari merapikan sedikit rambut So Eun yang menutupi wajah So Eun.
" Cup....cup....cup....cup...muachh...."
Secara perlahan dan lama Kim Bum mengecup kening So Eun, disusul kedua mata So Eun dan hidungnya. So Eun hanya tersenyum seolah menikmati kegiatan yang dulu sering Kim Bum lakukan ketika terbangun melihat So Eun karena dulu hampir setiap pagi So Eun mendatangi rumah atap Kim Bum untuk membangunkan Kim Bum.
Terakhir Kim Bum mencium bibir So Eun dan memagut dengan lembut bibir mungil So Eun dan So Eun pun membalasnya. Ciuman mereka pun semakin panas karena kini lidah mereka sudah saling membelit. Ciuman mereka terhenti ketika merasa mereka sudah membutuhkan oksigen.
"Kenapa Aku tetap merasa jika Kau.... Masih mencintaiku... " Lirih Kim Bum menatap intens So Eun sembari mengusap bibir So Eun berusaha menghapus saliva yang sediki membasahi sekitaran bibir So Eun. So Eun kembali tersenyum walau kali ini terselip senyuman miris yang menunjukkan perasaan bersalahnya.
"Oppa.... Aku.... " Kim Bum menunggu apa yang ingiin So Eun ucapkan. Seeangkan So Eun menghela nafas dan nampak bingung dengan apa yang akan Ia ucapkan.
"Oppa.... Kyuhyun Op-...."
"Sudahlah.... Aku mengerti.... Sekarang Kau boleh pergi.... Ku rasa Aku sudah lebih baik.... " Ucap Kim Bum sembari membalikkan tubuhnya kesal mendengar So Eun mengucapkan nama pria lain disaat mereka bersama. So Eun tersenyum kecil sebelum memeluk Kim Bum dari belakang masih dengan posisi berbaring di ranjang.
"Oppa, sejak kapan Kau tidak mau mendengar ucapanku hingga selesai?..." Tanya So Eun.
"Sejak Kau lebih sering mengucapkan kalimat yang menyakitiku...." Perasaan bersalah kembali muncul membuat d**a So Eun kembali sesak.
"Mianhe...." Suara So Eun bergetar mebuat perasaan bersalah kini muncul di hati Kim Bum. Kim Bum menghela nafas.
"Tidak .... Itu bukan salahmu... Tidak ada yang bisa memaksakan perasaan.... Dan Kau hanya mengungkapkan perasaanmu...." Hibur Kim Bum. Ya, bagaimana perasaanmu, sakit atau senang bukan karena orang lain tapi karena diri sendiri yang terlalu berharap.
Hening, itulah yang terjadi selama 30 menit hingga So Eun melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 10.30kst.
"Oppa, konferensi pers akan dimulai... Kau tidak ingin melihatnya?..." Tanya So Eun memecah keheningan.
"Tidak.... " yakin Kim Bum.
"Bagaimana jika Aku ingin Oppa melihatnya?!..." Tanya So Eun gugup. Kim Bum terdiam dengan sedikit rasa heran karena Ia tahu dalam konferensi pers itu hanya Akan menjelaskan bagaimana Kim Bum mengejar dan memaksa So Eun, itulah kesepakatan yang Ia ucapkan pada Minho yang kini ikut dalam konferensi pers itu.
"Aku ... Akan menjelaskan semuanya setelah kita menonton konferensi pers itu...." Ucap So Eun lagi.
Setelah membersihkan diri dan sarapan atau makan siang karena kini sudah pukul 11.20, akhirnya Kim Bum dan So Eun sudah duduk di depan televisi menunggu acara konferensi pers yang akan dimulai pukul 11.30 kst.
"Sebenarnya apa yang akan pria itu katakan sehingga Aku harus menonton konferensi pers ini?..." Tanya Kim Bum sedikit geram dan seolah tidak sudi menyebut nama suami So Eun, Kyuhyun. So Eun yang duduk di sebelah Kim Bum walau berjarak hanya bisa terdiam gugup.
"Lagi pula, penjelasan apa yang ingin Kau katakan?... Bagiku, karena Kau mencintainya itu sudah cukup sebagai alasan Kau memilihnya walau Dia menduakanmu...." Ucap Kim Bum datar berusaha meredam emosi yang selalu ingin meledak jika mengingat Kyuhyun yang menduakan So Eun.
"Oppa.... Kyuhyun Oppa tidak.... "
"Cukup... "
"Oppa... Dengarkan dulu... Jangan menuduh Kyuhyun Oppa seperti itu... "
"Sudah cukup... Walau Kau tidak mencintaiku... Tapi bisakah Kau tidak selalu membelanya di depanku... Jika tidak ingin Aku menghinanya, maka jangan pernah membahasnya di depanku..." Ucap Kim Bum kini menatap So Eun sendu penuh luka. So Eun terdiam seolah sadar Ia kembali melukai Kim Bum.
Acara konferensi pers sudah akan dimulai dan sudah terlihat di tayangn televisi jika Minho, Kyuhyun, Ara dan Pengacara Kyuhyun sudah duduk menghadap pers seolah siap menjelaskan semuanya pada pers.
Kim Bum memejamkan matanya ketika melihat interaksi Kyuhyun dan Ara yang begitu dekat. Kim Bum tidak ingin Ia kembali menghina Kyuhyun yang berakhir dengan pembelaan So Eun akan Kyuhyun dan tentunya akan kembali menyakiti Kim Bum.
"Untuk apa Wanita itu berada di sana?" Pertanyaan itu muncul di pikiran Kim Bum. Berbagai spekulasi muncul namun terhenti ketika Ia merasakan tangannya digenggam seseorang yang ternyata So Eun.
"Saya Cho Kyuhyun akan menjelaskan mengenai pemberitaan tentang affair antara isteri Saya dengan Kim Sang Bum... " Suara Kyuhyun berhasil mengalihkan Kim Bum dari So Eun namun tangan So Eun masih menggenggam tangan Kim Bum erat.
"Tidak benar bahwa Isteri Saya menjalin affair dengan Kim Sang Bum... Saya percaya Isteri Saya sangat mencintai Saya.... " Kim Bum kembali memejamkan mata merasa sakit mendengar kalimat Kyuhyun walau mungkin itu faktanya.
"Saya juga sangat mencintai isteri Saya, Go Ara...." Kalimat Kyuhyun yang kali ini berhasil membuat Kim Bum membuka matanya juga membuatnya emosi ditambah Kyuhyun yang menggenggam juga menatap Ara penuh cinta.
"Dia...." Kim Bum benar-benar ingin meledak saat ini melihat Kyuhyun yang mulai menunjukkan hubungannya dengan Ara di depan umum yang pastinya menyakiti So Eun.
Seharusnya saat ini Kim Bum yang menenangkan So Eun. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Nampak So Eun yang memeluk Kim Bum dari samping sembari mengusap punghung Kim Bum seolah berharap Kim Bum lebih tenang walau Ia juga menangis saat ini.
Terdengar kasak kusuk diacara konferensi pers yang mempertanyakan tentang Kim So Eun yang mereka ketahui sebagai isteri Kyuhyun.
"Mengenai hubungan Kim So Eun dengan Kim Sang Bum seperti yang diberitakan.... Saya tidak berhak ikut campur dan semua terserah mereka karena sesungguhnya Saya dan Kim So Eun sudah bercerai...." Ucapan Kyuhyun berhasil membuat tubuh Kim Bum menegang sedangkan So Eun semakin terisak.
To Be Continue