Dua Belas

1023 Words

Pagi hari tiba, Sam bangun dengan malasnya. Dia bagaikan lelaki dengan penyakit kanker yang mengerikan. Dia sangat frustasi karena ucapan Maggie. Wanita itu tak menginginkannya dan itu sungguh menyedihkan baginya. Guyuran air membasahi rambut hitamnya, saraf-sarafnya yang terasa panas bagai dipadamkan oleh air itu. Hidupnya terasa suram jika harus berjauhan dengan Maggie. Apa yang harus ia lakukan sekarang? Dia bahkan tak tahu harus berbuat apa. Masalah yang ia hadapi sungguh membebaninya. Semakin ia melupakan masalahnya, semakin masalah itu menghantui hidupnya. Tiga puluh menit ia berada dalam kamar mandi, ini adalah waktu paling lama ia habiskan di dalm kamar mandi. Dia melangkah menuju lemari lalu memilih kemeja yang akan ia gunakan ke acara pertemuannya. Awalnya ia tak berniat bekerja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD