14 | Permintaan Biru

2609 Words

Rika memandang Nico dengan pilu. Laki-laki itu tak jarang meringis karena luka pada lengannya. Perban putih telah melilit dan membungkus luka laki-laki itu, tapi hal tersebut bukan berarti menghilangkan rasa sakitnya bekas kekejaman peluru Gerhana. Kedua tangan Rika mengepal kuat hingga buku-buku jemarinya memutih. Nico memejamkan kedua mata sejenak. Ia menatap Rika di sampingnya dengan lembut. "Makasih ya." Rika mengangguk membalas lirihan Nico. Laki-laki itu tidak tahu siapa pelakunya dan alasan mengapa Rika berada di sana ketika peluru tersasar itu menyerangnya. Nico tidak mau ambil pusing. Nico bahkan percaya ketika Rika mengatakan bahwa gadis itu memang kebetulan berada di kafe yang sama. Rika ingin bertemu teman lama. Dan Nico bersyukur, peluru penjahat itu mengenainya dan bukan m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD