Pembalasan dari Rangga

1309 Words

"Lo mikirin gue? Kenapa?" "Ekhem." Vaga berdehem sejenak untuk memberi jeda pada jawabannya. Agaknya ia sudah salah berbicara, walau pun pada kenyataannya benar bahwa dirinya memang sedang memikirkan Viona tapi tetap saja ia tak boleh menunjukkan hal itu pada orangnya langsung, gengsi Vaga setinggi langit bisa-bisa nanti Viona malah merasa kegeeran karena sering dipikirkan olehnya. "Iya. Mikirin lo, kapan lo pergi dari sini. Asal lo tau semenjak apartement ini dihuni sama lo, suasananya jadi mistis." Vaga mengelak sambil mengambil kopi buatan Viona lalu menyeruputnya. Viona yang mendengar itu mendengkus. "Lo pikir gue itu kuntilanak?" "Sejenisnya. Emang bukan, ya?" "Sialan," desis Viona menghentakkan kaki lalu pergi begitu saja. Vaga terkekeh, menggoda gadis itu juga membuatnya me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD