Hadiah Tuhan

1089 Words

Vaga mengerjapkan mata, cahaya matahari dari luar jendela menembus masuk, ia bangun masih setengah sadar. Ketika menoleh ke samping, Vaga tersenyum tipis karena masih ada Viona yang tidur di sana meski pun dengan membelakangi. Tangan Vaga terulur untuk menyentuh rambut gadis itu, setelah sampai ia mebelainya secara lembut. Entahlah apa yang ia pikirkan saat ini, Vaga hanya ingin mengikuti kata hatinya saja. Selepas apa yang Viona lakukan tadi malam, Vaga mulai sedikit membaik, lebih tepatnya perasaannya. Laki-laki itu turun dari ranjang, lalu berjalan menuju kamar mandi. Di dalam sana Vaga membasuh wajahnya menggunakan sabun cuci muka. "Gila lo, Vaga," gumamnya seorang sendiri setelah sepenuhnya sadar karena air dingin yang meresap ke dalam kulitnya. Detik berikutnya laki-laki itu meri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD