"Apa sih." Viona mendorong tubuh Vaga menjauh darinya. Gadis itu tak ingin Vaga melihat wajahnya yang merona, lantas Viona mengalihkan pandangannya ke arah lain sambil mengusap tengkuknya. Berada dekat dengan lelaki itu membuatnya merasa sedikit salah tingkah. Viona merasa aneh kadang sikap Vaga begitu baik padanya tapi bisa berubah persekian detik menjadi Vaga yang terkenal dengan title kejam di kampus. Mulut Vaga setelah berucap itu kadang tidak bisa di rem, apa yang terlintas dalam benaknya pasti langsung terlontarkan untuk si lawan bicara. Begitu pula beberapa detik yang lalu, Viona mendengkus kembali menengok Vaga dengan mengangkat sebelah alisnya sedangkan cowok itu pun ikut mengangkat alis seolah bertanya 'apa' pada Viona. "Mulut lo itu apa gak pernah disaring?" "Mana bisa mul

