Sebuah Keluarga

1458 Words

"Permisi, maaf saya terlambat." Vaga dan Viona menoleh secara bersamaan ke belakang, terutama Vaga sudah mengerutkan alis tatkala melihat seorang wanita berdiri di belakangnya. "Loh ngapain Ibu ke sini?" tanya Vaga. "Sa-saya ..." "Gue yang undang," sela Viona sebelum Bu Arumi melanjutkan perkataannya. "Silahkan Bu, duduk di sini." Viona berdiri menyerahkan kursinya untuk Bu Arumi. Dan Vaga masih bertanya-tanya tentang kedatangan Bu Arumi karena undangan dari Viona. Ya betul, Bu Arumi yang datang, ia mengenakan pakaian berwarna senada dengan semua orang yang ada di sana. Semua seperti telah direncanakan, hal ini jelas membuat Vaga merasa tak nyaman. Entah kenapa Vaga merasa tak memiliki respek pada Bu Arumi, sekali pun dia adalah Dosen di kampusnya. "Lo mau duduk di mana?" tanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD