"Bangun, bangun!" Vaga menggedor-gedor pintu kamar Viona, sementara gadis itu masih tertidur pulas. Tanpa persetujuan dari Viona, Vaga langsung masuk ke dalam kamar gadis itu. Benar saja dugaannya, Vaga berdecak, ia berbalik tak berapa lama kemudian cowok itu kembali lagi lalu tanpa diduga Vaga menyiram Viona dengan air yang di bawanya dalam ember kecil. "Banjir, tolong banjir." Sontak saja Viona langsung bangun karena terkejut, ia meraup wajahnya yang sudah basah, lalu mendelik pada Vaga dengan tampang tak berdosanya. "Bangun juga lo," kata Vaga terlihat cuek. "Lo tega banget nyiram gue," keluh Viona dengan sinis. "Di sini lo bukan buat leha-leha, lo harus kerjain semua pekerjaan rumah. Selain lo calon Ibu tiri gue, jangan lupa lo itu b***k gue. Lo harus nurutin semua perintah gue."

