Dua Puluh Tiga

810 Words

  Kisha terbangun dari tidurnya menatap sekelilingnya tidak ada Gara di sana. Kening Kisha mengerut dalam melihat kamar mereka yang sudah rapi. Kisha segera bangun dari tidurnya kemudian mulai mencari keberadaan Gara.   "Ada yang ingin menggunakan jasa anda, Bos."   Samar-samar Kisha mendengar percakapan dari teras belakang. Kisha melangkah mengendap mengintip dari balkon di samping yang mengarah langsung kr bawah taman belakang.   "Siapa?"   "Tuan Faiz Putra Adrian. Pemilik Adrian Grup."   "Alasannya?"   Kisha memasang pendengarannya baik-baik agar bisa mendengar percakapan mereka.   "Arvino bukan orang baik, Bos. Tuan Faiz bingung bagaimana menyingkirkan Arvino yang terus mengganggu kehidupan keluarganya. Arvino sudah dibebaskan dengan jaminan waktu lalu, Bos."  

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD