Dua Puluh Delapan

824 Words

"Tidak, ampuni kami..."   Gara tersenyum miring dengan sengaja menginjak tangan lancang Ana yang sudah menampar wanitanya menekannya kuat hingga Ana menjerit kesakitan.   "Begini caranya bermain." Gara beerucap begitu tenang nyaris tanpa emosi.   Ardi yang melihat Ana menjerit kesakitan segera memohon untuk melepaskan injakan Gara. "Saya mohon... Jangan siksa istriku..."   Gara tergelak sumbang. "Memohon katamu? Saat Kisha dengan tololnya mendatangi kalian dengan sukarela dan kalian malah menyiksanya tanpa pengampunan tanpa tahu apa kesalahannya. Masihkah berlaku  pengampunan untuk kalian?" Ardi menatap Gara tak percaya. Bagaimana dia bisa tahu Kisha mendatangi rumahnya? "Saya tahu? Sudah pasti. Saya tidak akan melepaskan Kisha begitu saja di saat kalian penggila harta masih m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD