Gara menatap dingin dua orang yang terkapar penuh darah. Saat itu juga dirinya ditampar kenyataan. Dia pembunuh berdarah dingin dan itu membuatnya semakin sadar bahwa Kisha tak mungkin dapat ia dekap. Tujuh Belas "Kakak, kenapa wajah Kakak lebam-lebam?" Kisha gadis menatap sendu Gara yang baru beranjak dewasa itu. Gara yang awalnya memasang raut wajah datar seketika menatap Kisha kecil tak percaya. "Mengapa kamu tanya luka saya?" Kisha kecil menggeleng pelan. "Wajah Kakak tampan, tapi jadi jelek kalau banyak luka kayak gini," katanya polos. Hati Gara menghangat terdorong membentuk sebuah senyum tipis. "Kalau memang sudah tampan nggak bakalan jadi jelek kok cuman gara-gara lebam ini." Kisha kecil memberengut tak suka. "Kata Ibu juga kalau dikasih tahu ya mangguk-man

