Kisha memejamkan matanya mendekap pinggang Gara erat. Tubuhnya gemetaran saking takutnya dia dengan situasi yang sekarang tengah ia alami ini. Selang beberapa detik setelah dirinya mengatakan tidak mau ditinggalkan, saat itu juga suara peluru terdengar. Spontan Kisha memeluk tubuh Gara, menahannya agar tidak kemana-mana. "Dimana kalian?!" Kisha tak lepas memerhatikan Gara yang memasang raut wajah begitu serius terlebih ditambah memegang pistol. Semua itu membuat Kisha mengucap syukur dalam hatinya karena ternyata memang pilihannya tidak salah. Secara, Gara begitu gagah meskipun sangat misterius. Berbeda dengan Ringga yang tidak lebih hanya seorang pengecut. Kisha tersenyum lebar kemudian kembali mendekap Gara erat membenamkan wajahnya di perut Gara. Kisha terlalu shock dengan ke

