bab. 14. Malam Yang Indah 21+++

680 Words
mendapatkan lampu hijau dari Ellysa, Devan tidak ingin menyia nyiakan kesempatan itu.. dia melahap bibir kecil milik Ellysa dengan gemas.. cup.. "mmmh.. cup.. " terdengar suara decapan bibir mereka yang saling beradu dana saling membelit "uugghh.. " desah Ellysa saat Devanagari mulai menurunkan cumbuannya ke leher dan tulang selangkanya, hingga telinga pun tak luput dari gigitannya "aakkhh.. sssssh.... Dev.... " desahnya saat Devan meremas kedua aset mungilnya di dada "enak sayang? " tanya Devan dengan penuh gairah "hmmmm.... ssshhh.. aaakh" desahnya lagi saat Devan kembali meremasnya membuat Devan semakin bersemangat Devan menurunkan gaun milik Ellysa hingga tanggal,.. hanya tersisa pakaian dalamnya saja, membuat Devan menelan ludah kasar "indah baby.. cup.. " ucap Devan sambil mencium gunung kembar milik Ellysa, membuat Ellysa mendesah keras "aarkkhhhh... " desahnya mendengar hal itu, Devan tak tinggal diam, tangannya melepaskan celana dalam milik Ellysa tanpa Ellysa sadarin dia pun seolah memberi akses, karena tubuhnya tengah di buat melayang oleh Devan "ughhhh... aaakh" menggunakan Ellysa saat tangan Devan sudah mulai bermain di bawah sana "Dev.. apa yang aakhhh.. " "enak? " tanya Devan "aaakh.. yaaah.. uuggh... shhhh... aaakh.. " Ellysa mendesah sanggup keras hingga tubuhnya melengkung keatas "sayang.. aku mulai ya...? " ucap Devan, namun Ellysa yang tidak sadar karena di buat melayang, hanya bisa berkata ya... sama tanpa dia tahu apa maksud dari perkataan Devan Devan membuka semua pakaiannya hingga polos karena sudah tidak tahan lagi.. "sayang.. ini akan sakit.. tahan ya" ucap Devan dengan lembut "tu.. eh.. Dev... akuh.. " ucap Ellysa dengan gugup "tidak apa apa.. aku akan pelan.. kamu cukup relax saja" ucap Devan "lihat aku.. hanya lihat aku.. cup. " Ellysa pun menurut dia menatap wajahnya Devan, yang sudah melahap bibirnya.. sambil tangannya meraba setiap inci tubuhnya Ellysa "ssshhhh... hmmmmmm... " desis Ellysa saat hari tangan Devan mengusapnya lembut bagian intinya. hingga basah "srupp.. aahh.".. racau Ellysa saat Devan menghisap bagian inti tersebut membuat Ellysa semakin tidak tahan, setelah beberapa saat Devan bermain di bawah sana, dan Ellysa pun seolah lupa,.. dengan perlahan Devan mengarahkan miliknya yang sudah berdiri tegak sempurna.. ia gesekan ke depan milik Ellysa yang sudah basah "ougghh babyyyyh... ini sangat nikmat" lengguh Devan memejamkan matanya menikmati sensasi bawah si bawah sana srek... "a arhhh.. " Ellysa meringis saat Devan berusaha memasukkan miliknya kedalam milik Ellysa namun sangat sulit "kenapa sulit sekali... seperti inikah rasanya seorang virgin" ucap Devan menatap satu wajahnya Ellysa yang meringis.. bahkan hampir menangis "sakit banget ya? " tanya Devan "hmmm" Ellysa hanya bergumam "kamu belum pernah melakukan ini? " hanya Devan dan Ellysa hanya menggeleng pelan Devan tersenyum bahagia.. cup sambil mengecupnya "aku sangat beruntung, aku yang pertama.. tahan ya" ucap Devan dengan lembut srekk... "akhhhh.. " "maaf sayang.. " srekkk.. bless.. "aarghhh.. ssshhh.. sakit Dev.. " teriak Ellysa saat Devan berhasil membobol kegadisannya.. Devan memeluk Ellysa dengan erat seraya mengecupnya memenangkan Ellysa agar melupakan rasa sakitnya "sakit? " tanya Devan yang masih belum bergerak "sekali... " Jawab Ellysa menangis terisak... rasanya seperti di sayat pisau milik Devan yang cukup besar sudah masuk sempurna.. untuk beberapa saat Devan membiarkan Ellysa tenang hingga akhirnya Devan pun bergerak perlahan karena tidak mungkin dia berhenti di tengah jalan "aku gerak ya,.. pelan pelan" ucap Devan dan Ellysa hanya bisa mengangguk,.. Devan pun mulai bergerak dengan sangat pelan, Ellysa meringis karena merasakan sangat perih.. di bawah sana "aaakhhh.... sayang. ini sangat nikmat.. uughhh.. " ramai Devan saat dia mulai bergerak perlahan dan makinn cepat "aakkhhh... ssshhh... mas.... ughhhh" desah Ellysa yang sudah mulai menikmati gerakan Devan... mereka akhirnya mendapatkan kenikmatan setelah beberapa saat lalu Ellysa menangis bahkan Devan tidak berani bergerak.. namun sekarang Ellysa mulai menikmati hal tersebut meskipun masih perih.. kamar duit hotel mewah tersebut kini menjadi saksi kedua pasangan yang baru saja menjalani kewajibannya sebagai suami istri desahan demi desahan, serta lengguh anak dari keduanya memenuhi ruangan tersebut tanpa mereka sadari bahkan mereka berkata saling cinta dan sayang.. sambil terus memang gerakannya.. "aakkh yaah.. terus Dev. . " racau Ellysa sambil meringis, begitu pula dengan Devan yang terus meracau beteriak malam itu, benar benar malam yang sangat tidak akan pernah terlupakan seumur hidup mereka tentunya
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD