BAB 33: SIDAK DOMESTIK DAN PERMAINAN PERAN

1470 Words

​Ding-dong. ​Suara bel pintu penthouse yang bervolume rendah namun bergema tegas seketika memotong kalimat Nabila yang baru saja mau membalas pertanyaan menjebak Caspian. Suasana di ruang tengah marmer itu mendadak membeku. ​Caspian melirik jam dinding digitalnya. Belum ada dua puluh empat jam sejak video latihan shalatnya viral, dan prediksi taktisnya tentang unit khusus imigrasi terbukti seratus persen akurat. Mereka tidak menunggu hari esok. Mereka datang sekarang. ​"Mereka di sini," ujar Caspian, suaranya mendadak berubah menjadi bariton yang sangat tenang namun sarat akan otoritas yang dingin. Pria itu bangkit berdiri, merapikan kemeja linen abu-abunya, lalu menatap Nabila yang tampak menegang di kursinya. "Ingat semua hafalan kau, Nabila. Mulai detik ini, tidak ada lagi ruang un

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD