Begitu pintu lift pribadi penthouse berdenting menutup, membawa Agen Vance and Agen Miller kembali ke lantai dasar, keheningan yang pekat langsung menyergap ruang tengah marmer itu. Nabila buru-buru mengambil langkah mundur, melepaskan diri sepenuhnya dari sisa-sisa kehangatan lengan kokoh Caspian yang baru saja mendekap pinggangnya dari belakang. Gadis itu menunduk dalam-dalam, membetulkan letak gamis longgarnya yang terasa sedikit kusut, berusaha keras meredam gemuruh jantungnya yang berdegup dua kali lebih cepat. Di balik kain niqabnya, napas Nabila masih memburu karena kombinasi rasa syok dan canggung. Caspian menarik kembali tangannya, memasukkannya ke dalam saku celana linen abu-abunya dengan gestur yang luar biasa tenang. Sifat gila kendali di dalam dirinya langsung mengamb

