“Beberapa orang pergi bukan karena berhenti peduli, tetapi karena kita terlalu terluka untuk tetap bersama. Namun yang tinggal setelahnya adalah rindu—yang diam-diam terus mencari jalan pulang.” ... "Pagi, Mih!" Leo menundukkan kepala dan mengecup pipi Mami Renata yang tengah duduk berjemur di taman sambil menikmati secangkir kopi hangat. "Pagi, sayang." Mami meletakkan cangkirnya perlahan, menatap Leo dengan alis terangkat penuh keheranan. "Tumben?" Leo tersenyum lebar. "Masak cium Mami dibilang tumben?" godanya, sengaja pura-pura tak mengerti. "Kamu kelihatan happy sekali. Sudah sarapan?" Leo menggeleng pelan. "Belum. Leo lagi pesan bubur ayam," ucapnya sambil menggeser kursi rodanya ke samping Mami. Mami mengerutkan kening. "Bubur ayam? Kenapa sejak kecelakaan itu selera kamu j

