BAB 11

1848 Words

**Nadine : “Sorry, Ndre. Tadi, Tania ke rumah. Dia baru balik.” Pesan terkirim! Tak ada balasan. Andre sedang offline. Kuletakkan kembali ponsel tersebut. Kubiarkan terisi penuh dengan daya. Sebelum mencuci muka, kuputuskan merebahkan tubuh pada ranjang. Tak lupa, sembari menatap langit-langit kamar. Seketika, bayang-bayang saat Andre hendak memberiku ciuman, kembali teringat. Haish, Aku menyugar puncak kepala. Meraih bantal. Dan, membekap wajah dengan benda empuk berwarna putih. Hanya saja, bayang-bayang wajah Andre tak kunjung menghilang. Sadar, Nad! Sadar! Aku berteriak di balik bantal. Membuyarkan pemikiran yang terlintas tak tahu rasa sopan. Merutuk gairah yang sempat tak dapat kutahan sewaktu Andre mulai bergerak mendekat; hampir menyalamkan bibir kami berdua. Beberapa orang t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD