Seperti biasa, usai mendapat yang ia mau, Andre segera berlalu. Kemudian, Seseorang menengok ke arahku. Bertanya, “Ada apa, Nad?” Sontak, aku terkejut. Menatap Tania yang baru saja menghampiri setelah memastikan Andre pergi. “Biasa, Tan.” “Biasa apa?” “Andre baru aja pinjam motor aku.” Pinjam motor lagi? Tanpa banyak bertanya, Tania segera mengalihkan perhatian pada pesan balasan yang Rendy tujukan. “Oh ya, Kak Rendy bilang, dia ada bukunya nih. Gimana kalau kita ke kelas Kak Rendy aja sekarang?” “Boleh,” Aku mengiyakan. Setelah meninggalkan sisi dalam area menuju balkon, kami berjalan bersama menuju ruang kelas kakak tingkat; tak jauh dari sana. ****** Di dalam ruang kelas Rendy. Ruangan itu terbuka. Seperti tak ada dosen yang sedang mengajar di sana. Dengan percaya diri aku

