BAB 17

2016 Words

Meski begitu, aku mengijinkan Andre mendekap tubuhku kali itu. Hingga, aku tak sadar jika kami masih berada di tempat umum. Kemudian. Barulah, “Ada apa, Ndre?” Aku bertanya. Menatap lekat manik mata seorang pria yang sedang menyembunyikan suatu kesedihan. “Enggak ada apa-apa, Nad. Aku cuma pengen peluk kamu aja. Kamu nggak keberatan, kan?” Andre bertanya memastikan. Aku mengangguk. Setelah itu, kami berdua beralih masuk ke dalam mobil. ****** Di dalam perjalanan. Aku tak henti memperhatikan sosok Andre yang sedang terdiam. Ia terlihat sedang diliputi oleh banyak beban. Sebelum pada akhirnya, “Setelah sampai di rumah, kamu jangan pergi ke mana-mana, Nad.” Lagi-lagi, peringatan tersebut yang kudengar. Karena tak ada jadwal kerja di toserba, maka dengan mudah aku menganggukkan kepal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD