Ting! Sesaat usai menyudahi gerak bersandar pada dinding lift, aku menuju ruang kelas sembari berjalan gontai. Benar seperti dugaan. Tanpa bukti konkret; akan percuma jika kulontarkan kalimat putus pada Andre. Dan, aku paham betul. Teramat berpengalaman akan keputusan sepihak dalam hubungan percintaan. Yakni, hubungan tersebut takkan benar-benar berakhir, jika hanya salah seorang dari kami yang menginginkan untuk putus. Yah! Itulah, yang dahulu juga terjadi pada hubunganku dengan Bagas. Dan, sekarang? Percuma saja. Sebelum Andre setuju pada keputusan yang kubuat, ia akan tetap berada di dalam bayang-bayang keseharian. Pada intinya, status hubungan kami masih berpacaran. ****** Di dalam ruang kelas. Tania tak henti memperhatikan gurat masam di wajahku. Bahkan, ia menjadi ragu untuk m

