BAB 20

1646 Words

Setelah selesai berdebat dengan Andre di halaman depan, aku beranjak masuk ke dalam rumah. Melangkah menuju sisi kamar di lantai dua. Ceklek! Daun pintu kamar terbuka. Kudapati sosok Tania, yang baru saja kembali dari sisi balkon rumah. Sepertinya, ia sempat melihat perdebatan yang terjadi diantara aku dan Andre. Hanya saja, Tania tak banyak bertanya karena enggan membuat moodku menjadi lebih buruk. ****** Tak terasa, telah tiba waktu untuk bekerja. Aku berpamitan pada ibu dan Tania. Waktu itu, sebuah pesan dari Rendy sengaja tak kubalas. Pesan berisi pertanyaan, perihal konfirmasi kehadiran Tania di café seberang toserba. Setiba di café. Antrian kasir membludak. Tak ada waktu bagiku untuk berjalan pelan. Dengan langkah bergegas aku segera menjalankan tugas. Pukul setengah delapan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD