44

2110 Words

“Jangan biarkan dia melakukan pekerjaan apapun sampai satu minggu lagi, Ros. Dengarkan saja omelannya, toh kau sudah bersamanya bertahun-tahun. Telingamu sudah kebal.”Rossi mendesah dengan dramatis di ujung sana sementara Jade hanya terkekeh mendengarnya. Setiap malam, selama tiga hari berturut-turut ini, Jade selalu menelepon Rossi untuk menanyakan perkembangan neneknya. Dylan, yang katanya akan melaporkan setiap perkembangan padanya, telah mengingkari janjinya. Bukan hanya itu, pria itu juga menghindarinya sejak makan malam pertama mereka. Ia berangkat pagi-pagi sekali dan pulang ketika larut malam. Sarapan yang Jade buat bahkan tidak pernah tersentuh meskipun untuk makan malam, kadang Dylan memakannya. Apa yang sebenarnya terjadi di sini? Pria itu tampak baik-baik saja ketika sedang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD