“Jadi apa kau sudah berhasil menidurinya?” Dylan cemberut mendengar pertanyaan itu. Terutama, karena karena ia sedang tidak ingin membicarakan hal tersebut sekarang. Salah. Ia tidak ingin membicarakan itu sampai kapanpun. Ia lebih suka membahas hal lainnya daripada itu. Namun, Dylan tahu ia sudah salah sejak awal karena menceritakannya pada Pascale. Ia yang salah karena tidak bisa menjaga satu rahasia pun dari Pascale. Rahasia tentang Jade yang kini tinggal bersamanya. Tentang Dylan yang semakin bersikap seperti seorang pengecut setiap harinya. Ia sengaja menghindari Jade dengan berangkat ke kantor pagi-pagi sekali dan pulang ketika malam sudah larut. Ketika ia rasa Jade sudah berada di kamarnya. Ketika ia yakin mereka tidak akan berpapasan lagi entah di dapur atau di mana saja di rumah

