Maafkan aku yang selalu mengecewakan. . Beginikah rasanya telah membuat orang kecewa? Oh seperih inikah? Tanganku sampai gemetar saat menggeser ikon hijau di layar pipih ini sebelum merapatkannya ke telinga. "Halo, Kak Vin ...." "Kenapa, Yas?" Terdengar geraman tertahan di seberang sana. Nada bicara Kak Vincen menjawab semua kekhawatiranku. Kakakku sudah pulang, dan Mama ... sudah memberitahunya. Tiba-tiba bibirku kelu. Hilang suara hilang kata-kata. Baiklah, sebentar, Kak. Beri aku waktu sebentar untuk merangkai kata. "Kak, aku ... saat itu aku berada di bawah tekanan. Mas Asraf hanya memberiku waktu ...." Kalimatku terputus saat suara bentakan terdengar di seberang sana. "Kenapa memutuskan sendiri?! Kamu merasa tidak punya keluarga, hah? Kamu pikir kamu sebatang kara? Kamu a

